ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
· 4 menit baca · Diperbarui
Bagi banyak keluarga, rumah yang layak huni merupakan kebutuhan sekaligus harapan. Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga tempat membangun kehidupan yang aman dan nyaman. Harapan itu telah lama dimiliki Ahmad. Namun, hingga usianya menginjak 70 tahun, ia belum pernah merasakan tinggal di rumah yang layak. Kesempatannya memperoleh bantuan rumah juga disebut telah empat kali gagal. Data diri dan kondisi rumahnya diduga dimanfaatkan oleh oknum untuk pengajuan bantuan atas nama pihak lain.
Ahmad memiliki 4 orang anak yang seluruhnya telah berkeluarga dan tinggal terpisah. Dan kini, ia tinggal bersama anak bungsunya, menantu, dan dua cucunya di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Meski kondisinya tak lagi setegap dulu, Ahmad masih bekerja sebagai pengumpul barang bekas. Hampir setiap hari, ia menyusuri jalanan untuk mengumpulkan barang-barang yang masih memiliki nilai jual. Sementara itu, menantunya bekerja sebagai buruh serabutan. Dengan pendapatan yang terbatas, dan hanya cukup untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, menjadikan perbaikan rumah yang mereka tempati terus tertunda.
Rumah kaluarga Ahmad jauh dari kata layak. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang telah lapuk dimakan usia, sementara lantainya masih berupa tanah. Saat musim hujan, rumah menjadi lembap, sedangkan ketika angin bertiup kencang, bangunan itu tak lagi memberikan rasa aman.
- OPSHID Serahkan 7 Rumah Gratis Siap Ditempati
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945