ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Mensyukuri Hari Lahir R.A Kartini, Wujud Syukur Shiddiqiyyah Kepada Pahlawan Perempuan Indonesia
30 April 2024 21:45

REMBANG — Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air secara nasional menyelenggarakan Tasyakuran Hari Lahir R.A Kartini di berbagai daerah seluruh Indonesia Raya tepatnya pada tanggal 21 April.
Tidak hanya itu saja, pada Sabtu (27/04/24) lalu, Organisasi PCTA-Indonesia secara Nasional mengadakan Tasyakkuran Hari Lahir R.A Kartini di kota Rembang - Jawa Tengah yang dihadiri langsung oleh pemrakarsa berdirinya Organisasi PCTA-Indoensia Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi Syeikh Mukhtarulloh Al Mujtabaa beserta keluarga, juga dihadiri pula siswa-siswi SMA Kartini Rembang dan Universitas Mutiara Kudus.
Menurut Pak Subari selaku sekretaris DPD Jawa Tengah PCTA-Indonesia menyebutkan, bahwa tasyakkuran bukanlah yang pertama, "untuk mensyukuri hari Kartini akan menjadi agenda tahunan, kali ini agenda ke dua dan insyaAlloh akan dilestarikan lebih baik kedepannya".
Berbagai acara tersebut dilakukan sebagai wujud syukur atas sosok putri Bangsa Indonesia yang turut serta berperan dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa, khususnya bagi kaum perempuan. "Kartini adalah sosok yang membawa pembaharuan, dan sebagai pelopor persamaan bagi kaumnya. Peran perempuan di masa depan tidak hanya persamaan kesetaraan tapi juga tentang memimpin pembaharuan", ungkap Ketua Umum PCTA-Indonesia I Dewa Nyoman S. Hartana dalam sambutannya.
"Jasa dan perjuangan R.A Kartini sangat besar dalam membebaskan dari pembodohan, agar bisa hidup layak dan setara dengan laki-laki", tambahnya.
Sebagaimana sejarah mencatat, sebagai bangsa yang kala itu tengah dijajah, Bangsa Indonesia mengalami keterbatasan gerak, khusunya dalam menempuh pendidikan, utamanya bagi kaum perempuan. Disitulah pahlawan wanita lahir, berdiri paling tegak untuk mempertahankan tanah airnya agar tidak selamanya dibawah kaki penjajah, salah satu pahlawan wanita tersebut ialah R.A Kartini.
R.A Kartini berperang melawan penjajah tidak menggunakan senjata perang, melainkan dengan pendidikan, dengan ilmu pengetahun. R.A Kartini adalah perempuan yang memiliki pandangan jauh ke depan, oleh sebab itulah gelar Pahlawan Indonesia tersemat dalam dirinya.
"Kita wajib mensyukuri pahlwan Indonesia, ibu-ibu yang lahirkan pahlawan Indonesia, itu wajib kita syukuri. Syukur kepada sesama manusia",
"Mudah–mudahan harapan kita ibu–ibu yang berperan di Indonesia menjadi ibu–ibu yang bijaksana seperti Raden Ajeng ibu Kartini. Atau ibu Ratna Ningsih istri Diponegoro, atau ibu Ratna Kencana Sari". Pitutur Luhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyah. (OPSHID Media).
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa