ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
01 Agustus 2026 17:00
Di tengah keterbatasan tersebut, Ahmad mengaku beberapa kali sempat menaruh harapan ketika ada pihak yang datang melakukan pendataan calon penerima bantuan rumah. Ia diminta menyerahkan data diri dan mengizinkan rumahnya didokumentasikan sebagai bagian dari proses survei. Namun, harapan itu selalu berakhir dengan kekecewaan karena bantuan yang dijanjikan tidak pernah sampai kepadanya.
Medy, tim Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS), mengatakan hasil survei yang dilakukan menunjukkan Ahmad telah empat kali mengikuti proses pendataan bantuan rumah. Berdasarkan informasi yang diperoleh tim, data diri dan dokumentasi rumah Ahmad diduga dimanfaatkan dalam pengajuan bantuan bagi penerima lain.
"Dari informasi yang kami peroleh saat survei, Pak Ahmad sudah empat kali dimintai data untuk bantuan rumah. Ada yang mengatasnamakan Muslimat, Koramil, PKH, hingga bantuan dari perorangan. Namun, rumah yang dibangun bukan rumah Pak Ahmad, melainkan rumah orang lain," ujar Medy.
Pengalaman tersebut membuat Ahmad bersikap skeptis setiap kali ada orang yang datang menawarkan bantuan. Ketika tim Rumah Syukur mendatangi kediamannyauntuk melakukan survei, Ahmad sempat menolak.
"Saat tim awal datang, beliau merespons dengan emosional. Beliau mengatakan ingin membangun rumahnya sendiri," tutur Medy.
"Nggak, omahku mau tak bangun sendiri," ucap Ahmad kala itu.
Selain karena pengalaman sebelumnya, Ahmad juga khawatir bantuan yang diberikan nantinya tidak benar-benar gratis. Ia takut suatu saat akan diminta membayar biaya yang tidak sanggup dipenuhinya.
Untuk menghilangkan keraguan itu, Medy bersama tim DHIBRA terus memberikan penjelasan bahwa Rumah Syukur merupakan program kemanusiaan yang digagas oleh Thoriqoh Shiddiqiyyah dan tidak memungut biaya sama sekali dari penerima manfaat. Tim juga menjelaskan bahwa rumah Ahmad akan dibongkar total dan dibangun kembali hingga siap huni.
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus