ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
OPSHID Malang Raya: Bangun 5 Rumah Sekaligus Kurang Dari 40 Hari
24 November 2023 12:00

Tanya: Bagaimana cerita unik dari pembangunan Rumah Syukur yang ada di Desa Karanganyar ini?
Jawab: Karena yang di Karanganyar ini (Rumah Syukur) persis berdampingan. Jadi yang sebelah timur atas nama Ibu Mariatun. Nah yang barat ini atas nama Ibu Watinah. Nah Ini kakak beradik, kondisinya sama. Kebetulan keberadaan rumahnya juga berdempetan, kondisi rumahnya juga sama-sama tidak layak. Akhirnya di internal pengurus DPD Kabupaten Malang itu, masih terngiang-tengiang pada pesan-pesan (Alm.) Bpk. Kholifah Abdul Kholiq dulu. Kalau ini berdempetan dengan kondisi sosial yang sama, kalau hanya dibangun satu, palak mboten (sekalian tidak).
Akhirnya saya tanyakan pada semua pengurus, berarti harus dibangun 2? “iya mas, harus dibangun 2”. Bagaimana semua pengurus, sepakat? Berarti Kabupaten Malang harus membangun 3 unit rumah. “iya sepakat, siap”.
Kalau Bu Watinah dan Bu Mariatun itu sebenarnya sudah dijanjikan untuk dibangunkan rumah oleh pemerintah setempat, Kades. Nah itu belum terwujud sampai pada saat kita datang ke sini. Itu sudah direncanakan oleh perangkat desa pada saat itu. Entah apa sebabnya, entah apa kendalanya, kami kurang tahu. Yang jelas, pada saat kita datang ke sini, itu memang dijanjikan untuk dibangunkan rumah oleh perangkat desa. Otomatis saat kita datang, “iki temenan ta mas?”. Bu Mariatun sampai ketawa, “soalnya saya sudah dijanjikan pada saat itu. Dijanjikan tapi tidak terbangun rummahnya”.
Lalu Bu Mariatun sempat bilang kepada kami seperti ini, “mas ngapunten, mangke maem e nopo?”. Yang dikhawatirkan dari Bu Mariatun dan Bu Watinah itu di situ, karena “wong akeh rene, terus maem e yaopo”. Nah pada saat itu langsung kita sampaikan, ini gratis 100% bu, tidak ada biaya sama sekali. Untuk konsumsi dan lain-lain, sudah kami tanggung sendiri. Ibu Mariatun langsung menangis.
Tanya: Apa yang dirasakan selama proyek pembangunan Rumah Syukur Sumpah Pemuda ke-95 ini?
Jawab: Tasyakkuran Sumpah Pemuda, pembangunan Rumah Syukur ini luar biasa bagi saya. Luar biasa di tahun ini, ini istimewa. Istimewa dalam kutip, baru kali ini kita berkoordinasi secara rapi. Apresiasi yang sangat luar biasa yang kami terima, dari DPP, dari Bapak Kyai, dari Mas Bechi. Ada yang berbeda dari tahun ini, di 66 unit Rumah, atau di 5 unit pembangunan Rumah Syukur (di Malang Raya), bagi saya lain daripada yang lain.
Karena menyangkut rasa, ya sebetulnya enggak bisa diungkapkan. Yang jelas, kami selalu menekankan baik di internal pengurus, maupun anggota jiwa-jiwa OPSHID itu. Ayo apa yang bisa kita perbuat, atas nama jiwa OPSHID, bukan atas nama jiwa pribadi. Sekecil apapun itu bisa membahagiakan Bapak (Ketua Umum OPSHID Bapak M. Subchi Azal Tsani—red), bisa membawa kabar yang baik untuk Bapak, dan tentunya di luar dugaan kami. Kami tidak mengira, kami tidak memiliki rasa yang memang sulit ya... begitu luar biasa, apresiasinya.
Intinya begini, kita hanya ingin memberikan sesuatu yang menggembirakan bagi Bapak Kyai, bagi Mas Bechi. Meskipun saat ini dalam kondisi yang sudah kita ketahui bersama. Awal mula ya kita bilang ke teman-teman jiwa-jiwa OPSHID, “Yaopolah carane iso menyenangkan bagi Bpk. M. Subchi Azal Tsani”. Karena Mas Bechi bagi kami itu, di samping Ketua Umum (OPSHID), bagi kami ya Bapak kami, Guru kami, itu Mas Bechi. Kita berusaha memberikan piala di hadapan Mas Bechi. Jadi inilah karya kami, apa yang bisa kami berikan semaksimal kemampuan kami. Itu kami berikan di Tasyakkuran Sumpah Pemuda tahun ini.
Tanya: Harapan untuk OPSHID Malang Raya dan OPSHID seluruh Indonesia Raya?
Jawab: Kalau untuk kami dari OPSHID Malang Raya, tepatnya kami khususkan kepada kami dari jiwa-jiwa OPSHID seluruh Malang Raya. Harapan kami, tahun ke depan dan ke depannya, kita tetap solid, tetap kompak, dan tetap Yadullohi ’Alal Jamaa’ah (saling tolong menolong dalam kebaikan—red).
Jadi, apresiasi yang kami terima, kami dari pengurus menyadari ini adalah bukan merupakan kerja pengurus, bukan merupakan kerja pribadi. Merupakan kerja satu tim, baik dari pengurus, kemudian relawan, jiwa-jiwa OPSHID tentunya. Sehingga kami berharap sama, konsolidasi yang erat terus, menjadi kebersatuan, kebersamaan, kompak, sehingga untuk tugas-tugas ke depannya bisa tetap kita laksanakan satu komando beliau, Bapak kita (Ketua Umum OPSHID Bapak M. Subchi Azal Tsani—red), dengan baik, sesuai harapan. Tentunya sama untuk rekan-rekan yang lain dari DPD OPSHID di manapun berada, ayo sama-sama saling nyengkuyung tugas-tugas OPSHID kita, dari beliau Pimpinan kita Bapak M. Subchi Azal Tsani, semuanya saja, untuk Indonesia Raya tercinta.
(OPSHID Media)
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon
- 9 Syahru Romadlon 1364 Hijriyyah: Ibarat Lailatul Qodar Bagi Bangsa Indonesia