ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
OPSHID Malang Raya: Bangun 5 Rumah Sekaligus Kurang Dari 40 Hari
24 November 2023 12:00

MALANG - Pada Tasyakkuran Hari Sumpah Pemuda Dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Ke-95, jiwa-jiwa OPSHID se-Malang Raya membangun 5 unit Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah. Meskipun dengan persiapan yang singkat dan hanya bermodal 50 juta saja, OPSHID se-Malang Raya dapat menyelesaikan pembangunan Rumah Syukur tersebut dalam waktu kurang dari 40 hari.
Beginilah cerita Ahmad Munir (ketua DPD OPSHID Malang Kabupaten) dan Imron Rosyadi (ketua DPD OPSHID Malang Kota) saat diwawancarai oleh tim OPSHID Media.
Tanya: Pada Tasyakkuran Sumpah Pemuda ke-95, berapa unit Rumah Syukur yang dibangun oleh OPSHID Malang Raya?
Jawab: Alchamdulillah, pada tahun ini kita membangun 5 unit secara Malang Raya. Malang Raya meliputi, DPD Malang Kota, DPD Kabupaten Malang, dan DPD Batu. Kita saling berkoordinasi, berkonsolidasi semuanya itu ditangani secara serempak. Kita bangun dari biaya, akomodasi, dan lain-lain itu secara bersama-sama.
Tanya: Bagaimana persiapan OPSHID Malang Raya dalam pembangunan 5 unit Rumah Syukur tersebut?
Jawab: Secara teknis, pertama yang kita persiapkan adalah bagaimana koordinasi pengurus semua yang ada di Malang Raya. Kedua, mengkonsolidasikan semua relawan yang akan melaksanakan pembangunan untuk 5 unit ini. Ketiga, tentunya tentang pembiayaan dari 5 unit ini. Tidak cukup hanya di situ, maka harapan dari beliau (Ketua Umum OPSHID Bapak M. Subchi Azal Tsani—red), tidak hanya banyak unitnya. Tetapi, penyelesaiannya juga harus banyak kemajuan. Dalam artian, waktu pengerjaan ini harus lebih dipercepat, sehingga kita menentukan satu target. Bahwa semua unit yang ada di Malang Raya itu, kita targetkan selesai dalam 21 hari. Walaupun dalam prakteknya, ada yang bisa, ada yang belum. Itupun juga tidak jauh-jauh dari target tersebut.
Jadi, kami satu tahun yang lalu itu sudah merencanakan membangun 1 unit. Kita memang sudah niat dan kita sepakat semuanya se-Malang Raya. Dari satu tahun itu kita tabung, dalam artian: dari setiap jiwa-jiwa OPSHID itu kita mintakan kesanggupan dari masing-masing orang. Ada yang sanggup 1 juta, ada yang sanggup 2 juta, bahkan ada yang 5-7 juta. Tapi itu dicicil selama setahun.
Syukur Alchamdulillah mendapat dawuh untuk peningkatan jumlah, itupun kita harus segera menyesuaikan diri pada saat itu. Kita kumpulkan pengurus dahulu, setelah itu kita kumpulkan seluruh anggota jiwa-jiwa OPSHID. Bahwasanya kita sepakat membangun 5 unit. Dan itu butuh koordinasi yang tidak mudah, karena mendadak. Berapa minggu saat itu, setelah persiapan kita.
Kita langsung mengadakan survei bersama pada saat itu. Setelahnya ya kita jalan, dan akhirnya Alchamdulillah terwujud. Di Ds. Kanigoro Kec. Pagelaran selesai pas 21 hari, Ds. Polowijen Kec. Blimbing selesai 28 hari, Ds. Waturejo Kec. Ngantang selesai dalam 30 hari, dan Ds. Karanganyar Kec. Poncokusumo 32 hari, karena 2 unit.
Jadi, banyak tantangan yang kita hadapi bersama saat persiapan yang mendadak. Tapi ya nanti ke depannya, di tahun depan kita akan lebih baik lagi, kita evaluasi lagi.
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon
- 9 Syahru Romadlon 1364 Hijriyyah: Ibarat Lailatul Qodar Bagi Bangsa Indonesia