ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kiriman PembacaRumah Syukur untuk Ayem Sarjono, 20 Tahun Berjuang Bersama OPSHID
· 3 menit baca · Diperbarui
MEMUTUS RANTAI KEMISKINAN DAN MEMBANGUN INDONESIA
Perwakilan DPP OPSHID, Mulyono, menegaskan bahwa bantuan rumah gratis ini memiliki makna mendalam yang melampaui fisik bangunan semata.
"OPSHID memilih untuk membangun Indonesia dengan cara membangun rumah gratis bukan tanpa sebab. Rumah adalah salah satu kebutuhan dasar manusia, dan bisa diwariskan generasi ke generasi. Dengan memberikan rumah, harapan kami bisa memperbaiki kenyamanan hidup satu keluarga dan generasi selanjutnya, serta dapat memutus rantai kemiskinan mereka," jelas Mulyono.
Bagi organisasi, pemberian rumah ini adalah bentuk penghargaan nyata. Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi investasi kesejahteraan jangka panjang yang dapat memberikan ketenangan serta memutus rantai kesulitan hidup.
BUKA LEMBARAN BARU DALAM KETENANGAN
Kini, masa-masa harus berpindah-pindah kontrakan bagi Sarjono dan istri telah usai. Rumah Syukur yang dibangun di Dusun Krajan, Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun ini menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini mereka simpan.
Bagi Sarjono, rumah baru ini adalah tempat untuk membuka lembaran baru kehidupan dengan lebih tenang, tenteram, sekaligus menjadi pijakan kokoh untuk terus melanjutkan pengabdiannya.
Melalui kisah ini, OPSHID DPD Madiun menyampaikan pesan penting: bahwa kepedulian sosial harus dirasakan secara menyeluruh—baik kepada masyarakat luas maupun kepada mereka yang selama ini setia berjuang di dalam organisasi.
Penulis: Silvi Andini OPSHID Media Madiun
--------
Resonansi Pembaca adalah rubrik tulisan pembaca OPSHID Media. Apabila anda tertarik untuk mendaftarkan tulisan anda untuk mendapat peluang diterbitkan di OPSHID Media, berikut tata caranya:
1) Kirimkan file tulisan anda dalam bentuk lampiran file doc.
2) Sertakan data diri anda berupa: nama, alamat, dan no. hp.
3) Foto/gambar referensi dari tulisan, bila ada.
Kirim ke alamat email berikut: opshidmedia@gmail.com atau saadatush@opshid.net
Tulisan ini merupakan kiriman pembaca. Isi dan pendapat di dalamnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi OPSHID Media.
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari