ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
15 Juli 2026 15:00
RUMAH YANG TAK LAGI MEMBERI RASA AMAN
Beban hidup Putiah tidak berhenti pada kesulitan ekonomi dan kehilangan sosok anak yang tak kunjung pulang. Selama bertahun-tahun, ia juga harus menerima kenyataan bahwa tempat tinggal yang dimilikinya tak lagi mampu memberikan rasa aman. Rumah yang ditempatinya selama bertahun-tahun nyaris ambruk dan tidak lagi layak dihuni.
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar berinisiatif bermusyawarah untuk membantu. Mereka mendirikan rumah sederhana dari kayu dan papan agar Putiah sekeluarga tetap memiliki tempat berteduh.
Muhammad Dhori, masih mengingat kondisi rumah lama itu. Saat warga membongkarnya, sebagian besar tiang penyangga sudah tidak lagi mampu menopang bangunan. "Waktu dibongkar, dari delapan cagak rumah itu, lima sudah tidak bisa dipakai lagi. Memang sudah positif mau roboh," tutur Dhori.
Meski menjadi penyelamat pada saat itu, rumah tersebut hanya mampu menjadi solusi sementara. Kayu-kayu yang digunakan perlahan mulai lapuk karena terus terpapar hujan dan panas. Atapnya pun mulai berlubang sehingga air hujan kerap bocor ke dalam rumah.
“Ada kamarnya tapi dari papan, kasurnya dari kapuk ya sudah lama dan jelek, kalau tidur pas hujan kebocoran”, terang Putiah.
Memiliki rumah yang lebih layak sebenarnya telah lama menjadi harapan mereka. Namun, hal itu tak pernah menjadi kebutuhan yang diutamakan. Penghasilan dari berjualan jamu hampir seluruhnya habis untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga.
Dalam keadaan seperti itu, memperbaiki rumah menjadi sesuatu yang nyaris mustahil dilakukan. Bagi mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari jauh lebih mendesak daripada memikirkan pembangunan rumah. Keinginannya hanya dipendam dalam hati.
"Saya cuma membatin dalam hati, kapan ya...?”, ucap Putiah tersenyum.
SHIDDIQIYYAH WUJUDKAN MIMPINYA JADI NYATA
Pada saat harapan itu hanya menjadi angan, nama Putiah ternyata telah masuk dalam pendataan calon penerima Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS). Organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah yang bertugas di Kecamatan Kudu melakukan survei ke berbagai desa hingga pelosok. Mereka mendatangi satu per satu lokasi untuk memastikan langsung kondisi calon penerima.
Menurut keterangan Bagus Harianto adapun cara survei yang dilakukan saat pertama kali datang, tim belum menyampaikan maksud sebenarnya. Mereka hanya bershillaturochmi sekaligus menyampaikan santunan sambil melihat kehidupan keluarga. Setelah melihat fakta di lapangan, Putiah masuk dalam kategori layak menerima bantuan Rumah. Barulah keluarga diberi kabar bahwa mereka akan dibangunkan rumah gratis secara total.
Mendengar kabar itu, Putiah tidak menyangka rumah yang hanya menjadi tempat berteduh seadanya kini justru mendapat pertolongan dari orang yang bahkan tak dikenalnya. Sesuatu yang selama ini hanya menjadi doa, perlahan mulai menjadi kenyataan.
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya