ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sumari: Rumah Diikat Ke Pohon, Karena Takut Roboh Terkena Lindu
20 Oktober 2023 17:00
Selama 8 tahun tinggal di gedek, seringkali pihak desa mensurvey rumah tersebut dan sudah diajukan ke pemerintahan sebanyak 3 kali. Tentu ada harapan besar dari Pak Sumari rumahnya akan direnovasi supaya kelak lebih layak ditempati. Namun, beliau hanya sekedar diminta menunggu kabarnya saja, tidak pernah ada kelanjutan sama sekali.
Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa, pada 7 September 2023, jiwa-jiwa OPSHID hadir untuk mendatangi rumah Pak Sumari di Dusun Kutukan, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kediri.
Karena posisi di rumah hanya ada anaknya saja yang sedang tertidur, maka tim OPSHID mendatangi Pak Sumari yang sedang ke rumah pelanggan pijatnya. Disitu, Pak Nur selaku tim survey DPD OPSHID Kediri, membicarakan maksud kedatangannya, “Ri ini memang sudah rezeki samean. Mau nggak dibikinkan rumah dari Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah?”.
Awalnya Pak Sumari sempat ragu karena pengalaman-pengalaman sebelumnya yang tidak membuahkan hasil. Setelah berkali-kali diyakinkan bahwa OPSHID akan sungguh-sungguh membangun rumah Pak Sumari hingga selesai, akhirnya beliau percaya pada OPSHID.
Hal tersebut, menurut cerita Pak Nur, memunculkan tanggapan masyarakat baik positif maupun negatif. “Respon negatifnya, nggak mungkin dibangunkan pasti hanya omongan saja, ujung-ujungnya kalau sudah dibangun disuruh masuk ke alirannya. Kalau sisi positifnya, banyak yang senang, bahkan Pak RW setiap hari ikut membangun dari awal sampai saat ini. Kemudian beliau mengerti, ternyata Shiddiqiyyah kekompakan dan semangatnya seperti ini, dan pendanaannya murni dari orang-orang yang sadar.”
Melihat proses pembangunan Rumah Syukur, Aisyah yang ingin segera menempati rumah tersebut, lalu bertanya kepada bapaknya, “Pak kapan jadinya?”.
Jawab Pak Sumari, “sok mben dadi” (iya besok jadi)
Dengan penuh rasa syukur, Pak Sumari yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah yang hampir roboh itu, akhirnya kini bisa mendapat rumah yang layak. “Saya sangat senang, sangat berterima kasih kepada OPSHID. Kalau tidak dibangun, rumah saya tasek doyong niki (masih miring)”.
Jiwa-jiwa OPSHID yang dengan konsisten membangun Rumah Syukur dengan penggunaan material bangunan yang layak dan konstruksi yang profesional ini, dapat menjadi tempat perlindungan dan keselamatan dari potensi marabahaya bagi keluarga Pak Sumari. Kini beliau punya rumah yang berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu untuk melindunginya dan keluarga tercintanya, dan bukan dia yang melindungi rumahnya. (OPSHID Media)
- Serah Terima Rumah Syukur Kemerdekaan Unit ke-136, OPSHID Bangun Dengan Desain Berbeda
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI