Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf

30 September 2026 09:00

Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf

Nama Maulana Jalaluddin Rumi telah melampaui batas zaman, wilayah, bahasa, dan kebudayaan. Beliau dikenal sebagai penyair Persia, ulama’, filsuf, dan tokoh sufi yang pemikirannya terus dibaca hingga sekarang. 

Rumi lahir di Balkh pada tahun 1207 M, dalam sebuah keluarga yang memiliki ajaran keilmuan Islam yang kuat. Kehidupannya kemudian membawa Rumi dari Balkh menuju berbagai wilayah di dunia Islam hingga akhirnya menetap di Konya, Anatolia, tempat ia menghabiskan sebagian besar masa dewasanya. 

Tanggal kelahiran Rumi secara luas diperingati pada 30 September 1207 M, yang dalam penanggalan Hijriyyah bertepatan dengan 6 Rabiul Awal 604 H. Perjalanan hidupnya berlangsung pada masa yang penuh pergolakan politik dan sosial. Dunia Islam pada abad ke-13 mengalami perubahan besar akibat konflik politik, perpindahan penduduk, serta ekspansi Mongol. Dalam suasana seperti itu, Rumi justru mengembangkan ajaran spiritual yang menempatkan cinta, pencarian jalan kepada Tuhan, dan transformasi jiwa sebagai pusat kehidupan manusia.

Warisan Rumi kemudian berkembang menjadi ajaran Mevlevi yang terkenal dengan ritual Sema, yaitu ritual spiritual yang menggunakan musik, puisi, doa, dan gerakan berputar. Ajaran tersebut akhirnya memperoleh pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2008.

Menurut Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Moch. Mukhtarulloh Al Mujtabaa Mu’thi, penetapan Hari Rumi pada 30 September oleh UNESCO menjadi satu dari lima tanda kebangkitan tashawwuf dunia.

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.