ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf
30 September 2026 09:00
GARIS NASAB KEPADA ABU BAKAR SHIDDIQ RA DAN WARISAN ILMU SUFI
Maulana Jalaluddin Rumi Muchammad bin Chasan Al-Khattabi berasal dari keluarga ulama'. Ayahnya, Bahauddin Muchammad Walad, dikenal sebagai seorang ulama besar dan sering disebut dengan gelar Sultan al-'Ulama. Beliau lahir dari keluarga yang telah lama hidup dalam lingkungan keilmuan di Khurosan. Keluarga Bahauddin merupakan keluarga ulama dan ahli zuhud yang telah menetap di Khurosan selama beberapa generasi. Bahauddin Muhammad Walad adalah seorang pengkhotbah dan ulama terkenal, dan keluarganya meninggalkan kawasan timur ketika ancaman Mongol semakin dekat sebelum akhirnya menetap di Konya.
Dalam sejumlah sumber tradisional terdapat keterangan bahwa Bahauddin Walad memiliki garis keturunan yang bersambung kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, khalifah pertama dalam Khulafa'ur Rosyidin. Karena itu, dalam sebagian literatur menyebut Maulanan Jalaluddin Rumi dikenal dengan nisbah yang menghubungkannya dengan garis keturunan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Sedangkan ibunya Mu’mina Khatun berasal dari kerajaan Khwarazm.
Pendidikan awal Rumi berlangsung di bawah bimbingan ayahnya. Bahauddin Walad bukan hanya ayah biologis Rumi, tetapi juga salah satu tokoh yang paling awal membentuk dunia intelektual dan spiritualnya.
Setelah ayahnya wafat pada 1231 M, Rumi mengambil peran sebagai ulama dan pengajar di Konya. Perjalanan spiritualnya kemudian semakin berkembang melalui hubungan dengan Burhanuddin Muhaqqiq Tirmidzi, seorang tokoh spiritual yang memiliki hubungan erat dengan keluarga Rumi. Tradisi Mevlevi kemudian mengenang Burhanuddin sebagai salah satu guru penting dalam perjalanan batin Rumi.
Adapun nama Muchyiddin Ibnu ‘Arobi juga sering dikaitkan dengan lingkungan spritualnya yang memengaruhi perkembangan nilai ajaran Thoriqoh dan tashawwuf pada masa Rumi. Banyak ulama’ yang memandang Thoriqoh adalah jalan untuk memahami hikmah-hikmah yang ada di alam semesta raya.
Namun, titik balik paling besar dalam kehidupan Rumi terjadi pada 1244 M, ketika ia bertemu dengang Guru Spritualnya yaitu Syamsuddin Tabrizi. Pertemuan tersebut mengubah kehidupan Rumi secara mendalam. Dimana Guru Syams sebagai seorang darwis yang melakukan pembentukan kembali kehidupan spiritual Rumi dan membawanya menuju jalan kebahagiaan, yang menempatkan hubungan antara pencinta dan Yang Dicintai sebagai pusat pengalaman spiritual.
Hubungan Rumi dengan Guru Syams kemudian menjadi sumber inspirasi yang sangat besar bagi karya-karya puitisnya. Nama Syams bahkan diabadikan dalam Diwan-e Shams-e Tabrizi, salah satu karya utama Rumi.
Namun, secara kronologis perlu dibedakan antara “bertemu” dan “dipengaruhi”. Ibnu 'Arobi wafat pada 1240 M, sedangkan pertemuan Rumi dengan Syams terjadi pada 1244 M.
- Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf
- Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi Terima Rumah Gratis dari OPSHID
- Pembangunan Rumah Gratis Yang Hadir Membawa Nilai Keimanan dan Kemanusiaan
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Realisasikan Ajaran Al Qur-an, Santri MQ Wujudkan Syukur Menjadi Aksi Bangun Rumah
- Setetes Bakti untuk Bangsa dan Negara: Rumah Baru dari Pemuda Shiddiqiyyah Sidoarjo
- Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!
- Serah Terima Rumah Syukur Kemerdekaan Unit ke-136, OPSHID Bangun Dengan Desain Berbeda
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang