Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf

30 September 2026 09:00

Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf

TASHAWWUF: SIMBOL CINTA DAN PERDAMAIAN DUNIA

Mevlevi Order atau Thoriqoh Maulawiyah sendiri secara kelembagaan berkembang setelah masa Rumi. UNESCO mencatat bahwa tarekat Mevlevi didirikan di Konya pada 1273, tahun wafatnya Rumi, dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah Kekaisaran Ottoman.

Hal ini menunjukkan bahwa Rumi merupakan sumber spiritual yang sangat penting bagi ajaran tersebut, sementara bentuk kelembagaan dan perkembangannya berlangsung secara bertahap setelah wafatnya.

Dalam karya Masnawi, Rumi menggunakan kisah, perumpamaan, dialog, dan puisi untuk menjelaskan perjalanan spiritual manusia. Encyclopaedia Iranica menyebut Masnawi sebagai karya didaktik utama Rumi, sementara Fihi Ma Fih merupakan salah satu sumber penting untuk memahami ajaran yang disampaikan dalam lingkaran pengajarannya.

Warisan Rumi tidak berhenti di Konya. Ajaran Mevlevi berkembang dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah. UNESCO mencatat bahwa ajaran Mevlevi saat ini juga ditemukan di berbagai komunitas Turki di seluruh dunia, dengan Konya dan Istanbul sebagai pusat yang paling terkenal.

Pengakuan UNESCO terhadap Mevlevi Sema Ceremony menjadi bukti penting bahwa Sema dipandang bukan sekadar bentuk pertunjukan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, spiritual, dan artistik. Ajaran tersebut tercatat dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2008, setelah sebelumnya diproklamasikan sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2005.

Dalam kehidupan sosial, kebencian sering berkembang ketika manusia hanya melihat perbedaan dan menjadikan kelompoknya sebagai pusat kebenaran. Rumi menawarkan arah yang berbeda: manusia diajak melakukan perjalanan ke dalam diri dan mengatasi kesombongan ego.

Dari sini, cinta menjadi kekuatan yang menghubungkan.

Cinta, dalam warisan Rumi, bukan sekadar perasaan. Ia merupakan perjalanan manusia untuk melampaui ego pribadi, mendekatkan diri kepada Alloh, dan menemukan kembali nilai-nilai kemanusiaannya. (OPSHID Media).

 

 

-------------------

 

Bersumber dari:

  • Belajar Hidup Dari Rumi, Haidar Bagir (2015)
  • Fihi Ma Fihi, Jalaluddin Rumi
  • Matahari Diwan Syam Tabrizi, Jalaluddin Rumi
  • Semesta Matsnawi, Jalauddin Rumi
  • UNESCO Medal in honour of Mawlana Jalal-ud-Din Balkhi-Rumi, UNESDOC Digital Library Doc. Code 175 EX/11 REV.2 + ADD (2006)

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.