Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Sekilas Mengenal Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan

27 Maret 2024 15:06

Sekilas Mengenal Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan

Indonesia, negeri Gemah Ripah Loh Jinawi. Kekaayaan alamnya melimpah ruah. Memiliki setidaknya 17.000 pulau yang dihuni lebih dari 300 suku dengan 273 juta jiwa. Namun, bagaimana jika penduduknya tidak peduli terhadap Tanah Air sendiri? 

Seorang ulama’ Tashawuf yang amat sangat cinta terhadap tanah airnya, bernama Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi. Beliau memprakarsai diadakannya seminar “Sutasoma” kitab warisan Empu Tantular yang didalamnya termaktub kalimat yang menjadi lambang persatuan Indonesia, yakni “Bhineka Tunggal Ika”.

Dengan konteks peningkatan cinta tanah air, seminar ini diselenggarakan oleh Pesantren Majma’al Bahroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah dan mengundang peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga dosen, instansi pemerintah, hingga pesantren-pesantren yang ada di Jombang.p Pada 23 Jumadil Akhir 1427 / 20 Juli 2006 di Rumah Makan Yusro yang sekarang sudah menjadi Hotel Yusro, Jl. Soekarno Hatta No.25 Keplaksari Jombang.

Seminar ini bersumber dari:

  1. Sabda Rosululloh yang berbunyi “Chubbul Wathon Minal Iman”
  2. Semboyan Bhineka Tunggal Ika
  3. Pada satu bait yang ada dalam ulangan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang berbunyi : Indonesia Raya, merdeka-merdeka. Tanahku negriku yang kucinta.

Bermula dari seminar tersebut kemudian berlanjut hingga 12 kali shilaturochmi antara Tim Perumus Seminar Sutasoma dengan pihak Pesantren Majma’al Bahroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Disamping itu, juga dilaksanakan dua kali shilaturochmi yang dihadiri oleh masyarakat Indonesia dari berbagai agama yang anut. 

Shilaturochmi tersebut menghasilkan kesepakatan dibentuknya Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia. Kemudian oleh Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi menambahkan kalimat "Manunggal Keimanan dan Kemanusiaan" yang menjadi jiwa organisasi PCTA-Indonesia. 

Maka, Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia yang dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan secara resmi berdiri pada 21 Maret 2010, di Mojokerto.

Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia adalah nama badannya, yang terinspirasi dari sila ke-3 sampai sila ke-5 Pancasila. Sedangkan jiwanya adalah Manunggal Keimanan dan Kemanusiaan yang diambil dari sila pertama dan kedua Pancasila. Di dalamnya terkandung maksud agar PCTA Indonesia menjadi organisasi yang menjalankan nilai-nilai Luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam pitutur Luhur yang disampaikan Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi ketika HUT PCTAI ke-11, beliau menyampaikan mengenai Negara maju versi Negara Pancasila yakni manunggalnya keimanan dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Negara Pancasila akan menjadi Negara maju versinya sendiri. Maju menjadi manusia yang adil dan beradab.

Jika manusia sudah menjadi adil dan beradab karena manunggalnya keimanan dan kemanusiaan tersebut, maka Indonesia seperti taman surgawi untuk manusia itu sendiri dan untuk manusia seluruh dunia.

Di dalam Organisasi PCTA-Indonesia yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan, berkumpul dari berbagai kalangan agama dan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan tujuan organisasi ini, yakni:

  1. Lestarinya Cinta Tanah Air Indonesia
  2. Lestarinya Bangsa Indonesia
  3. Lestarinya NKRI

Penulis: Ainun Nasikhah

Editor: Nuraida