ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Politik Ummat Islam : Istilah Yang Muncul Akibat Firqoh Khowarij
28 Juli 2025 17:00
Dalam jurnal Degradasi Umat : Munculnya Politik Sebagai Alat Pecah Belah telah disebutkan Firqoh Khowarij itu berbahaya, karena merekalah yang memunculkan istilah politik Islam di tubuh umat. Islam sejatinya tidak berpolitik; menggunakan kekuasaan sebagai alat kedholiman. Mengapa firqoh khowarij dikatakan berbahaya?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang-orang Khawarij adalah anjing-anjing neraka." (HR. Ahmad). Tatkala Rosul bersabda, tidak sedikit dari sahabat Nabi yang tidak mengerti maksud dari apa yang disampaikan. Tidak memahami karena pada zaman Rosululloh Khowarij belum muncul. Namun Rosul telah menginformasikan hal ini terlebih dahulu dalam haditsnya : “Kelak akan muncul sebuah kelompok yang menyempal di saat kaum Muslimin sedang berperang.” (HR. Muslim).
Dan benar, setelah Nabi Muchammad SAW wafat dan Khulafa’ur Rosyidin sudah berganti Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Kelompok ini keluar dari pasukan saat terjadi peperangan antara Ali dan Muawiyah di perang Shiffin.Terhadap faham Khowarij Rosululloh SAW juga menyebutkan beberapa ciri karakternya yaitu:
“Mereka membaca Al-Quran tapi tidak sampai kerongkongan mereka (pemahaman mereka dangkal).” (HR Muslim No. 1067)
Mereka mengira bahwa Al-Qur’an 'mendukung' pendapat mereka, padahal tidak. Hal ini karena keadilan dipahami dengan pemahaman yang dangkal, tidak mau merujuk kepada pemahaman para Khulafa’ur Rosyidin.
Orang-orang Khawarij—karena memang dangkal pemahaman—berkata: “Kenapa Ali menyerahkan hukum kepada manusia? Padahal hukum itu hanya milik Allah. Berarti Ali dan para sahabat tidak berhukum dengan hukum Allah.”
Sahabat Nabi saja dituduh tidak bisa memahami ayat Al Quran dan sabda Rosululloh. Makanya orang-orang Khawarij itu selalu menuduh Ulama’ sebagai musuh. Orang-orang yang benar-benar Ulama’ diremehkan, dilecehkan, dianggap tidak paham, penjilat dan lainnya. Sehingga di-Ulama’-kanlah orang-orang yang bukan Ulama’. Yang mereka Ulama’kan adalah yang sesuai dengan keinginan dan hawa nafsu mereka.
Menurutnya faham Khowarij semua golongan selainnya adalah orang kafir. Kalau ditanya bagaimana dengan Sayyidina Ali, jawabnya kafir dan di neraka selama-lamanya. Bagaimana dengan sahabat Zubair, Tholhah dan istri Nabi Aisyah RA, jawabnya kafir. Kemudian siapa yang tidak kafir? Jawabnya yang tidak kafir adalah golonganku (Khowarij) dan surga akan kami tempati sendiri.
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang