ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha
12 Juni 2026 20:57
Berdasarkan perhitungan awal, budidaya Uwi yang saat ini dilakukan oleh berbagai DPD diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 78 ton Uwi dalam satu musim tanam. Dari jumlah tersebut diproyeksikan dapat dihasilkan sekitar 2 ton Beras Uwi. Angka ini masih bersifat sementara dan akan terus divalidasi seiring selesainya masa panen serta proses pengolahan di seluruh wilayah.
Sejalan dengan itu, industri pangan Uwi terus dikembangkan secara berkelanjutan melalui diversifikasi produk, termasuk pengembangan produk turunan seperti sereal Uwi.
Produk-produk olahan turunan berbasis Uwi diberi merek Mustiko Food. Secara etimologis, kata Mustika merujuk pada sesuatu yang bernilai tinggi, berharga, serta dipandang sebagai yang utama atau terbaik. Penamaan ini mencerminkan upaya menghadirkan produk pangan berbasis Uwi yang memiliki nilai tambah, baik dari aspek manfaat, kualitas, maupun kontribusinya terhadap penguatan ketahanan pangan. Sejalan dengan itu, pengembangan produk diarahkan untuk menjaga karakteristik asli bahan baku Uwi.
Penguatan nilai tersebut melalui strategi hilirisasi yang lebih kontekstual. Pengembangan Uwi difokuskan pada produk beras Uwi dengan mempertimbangkan struktur konsumsi pangan masyarakat Indonesia yang masih didominasi oleh nasi sebagai makanan pokok. Pendekatan ini menunjukkan bahwa diversifikasi pangan dapat dilakukan melalui inovasi bentuk pangan yang lebih sesuai dengan kebiasaan sosial yang ada agar mudah diterima.
Dengan demikian, Beras Uwi berperan sebagai jembatan antara pola konsumsi masyarakat dan kebutuhan akan kedaulatan pangan yang lebih mandiri
MENGOPTIMALKAN POTENSI UWI SEBAGAI PANGAN LOKAL
Program pengembangan Uwi mencerminkan pergeseran paradigma ketahanan pangan dari sistem yang terpusat dan bergantung pada komoditas tunggal menuju sistem yang lebih beragam. Dalam konteks ini, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan di tingkat lokal, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika rantai pasok global serta diversifikasi lumbung pangan dunia. Oleh karena itu, pengembangan Uwi dapat diposisikan sebagai respons terhadap kebutuhan kemandirian akan keberagaman pangan.
Melalui program ini, ancaman krisis pangan global direspon dengan mengoptimalkan kembali potensi pangan lokal sebagai sumber daya strategis bangsa. Upaya ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan melalui pemanfaatan kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia.
Pengembangan Uwi juga mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang diwujudkan melalui kesadaran beragama dan bernegara. Dalam ajaran Shiddiqiyyah, rasa syukur atas nikmat tanah air yang dianugerahkan Tuhan tidak berhenti pada ungkapan semata, tetapi diwujudkan melalui melalui tindakan nyata dalam berbagai program pengabdian sebagai pelayan keimanan, kemanusiaan, dan kealaman. Salah satunya Program Ketahanan Pangan Uwi yang dijalankan atas bimbingan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dan Ketua Umum OPSHID FKYME.
Kesadaran akan bernegara mendorong lahirnya kepedulian terhadap keberlangsungan hidup sesama melalui upaya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang. Kepedulian tersebut diwujudkan dengan mengembangkan potensi pangan lokal sebagai bentuk cinta tanah air dan upaya memperkuat kemandirian pangan bangsa.
Melalui diversifikasi pangan dan pengembangan produk turunan Uwi, program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.
Dengan demikian, Program Ketahanan Pangan Uwi menjadi salah satu ikhtiar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas. Melalui jalan ini, kesadaran akan jati diri bangsa tumbuh seiring dengan upaya menghidupkan kembali kekayaan pangan Nusantara. (OPSHID Media)
=====
Referensi:
- Shiddiqiyyah Bangun Ratusan Rumah Gratis Menjelang Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo
- Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global