ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hikmah Maulid Nabi Dan Kisah Negeri Yang Mendapat Syafa’at Rosululloh
17 September 2024 07:00

Tasyakkuran kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang biasa disebut dengan Maulid Nabi merupakan tasyakkuran yang sudah menjadi tradisi secara turun-temurun di berbagai belahan dunia, khususnya di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya muslim.
Tepatnya pada tanggal 12 Robi’ul Awwal menurut penanggalan Hijriyyah, hampir di seluruh pelosok desa maupun kota mengadakan tasyakkuran Maulid Nabi dengan cara yang berbeda-beda. Tasyakkuran ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas dilahirkannya manusia termulya, Sang Rochmatan Lil 'Alamin yakni Nabi Muhammad SAW. Selain itu Maulid Nabi juga bertujuan untuk melestarikan teladan-teladan perjuangan Rosululloh dalam menyebarkan ajaran Islam. Dengan harapan bisa menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan terhadap Rosululloh, dan istiqomah dalam mengikuti jejak-jejak beliau.
Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda: “barang siapa yang mengagungkan hari lahirku, aku akan mensyafa’ati kepadanya nanti pada hari qiyamat. Dan barangsiapa yang shodaqoh satu dirham uang perak untuk mengagungkan hari lahirku maka sama dengan shodaqoh emas segunung untuk sabilillah”. Terhimpun dalam kitab Madaarijus Shu’uud yang ditulis oleh Syekh Nawawi Al-Bantani.
Hadits tersebut menjadi salah satu acuan umat islam seluruh dunia untuk mensyukuri Maulid Nabi Muhammad SAW dengan macam-macam cara. Ada yang mensyukuri dengan barzanji, diba'an, doa bersama, shodaqoh dan selametan. Bahkan ada pula yang mengagungkan hari lahir Nabi Muhammad dengan cara membacakan tarikh perjalanan hidup Nabi Muhammad, dan masih banyak lagi.
Di Indonesia, salah satu yang mensyukuri Maulid Nabi Muhammad SAW adalah Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia. Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi mengajak Jama’ahnya untuk mensyukuri Maulid Nabi Muhammad dengan cara mengadakan do’a bersama dan Santunan Nasional secara serentak se-Indonesia Raya. Do'anya adalah memohon syafa’at kepada Nabi Muhammad yang ditujukan untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, hingga Bangsa Indonesia. Menurut dawuh Syekh Mukhtar, tujuan mengadakan santunan dalam Tasyakkuran Maulid Nabi Muhammad SAW adalah agar selamat dari bahaya dan dari sesuatu yang tidak kita inginkan.
Lantas apa yang membuat kaum muslimin sangat mengagungkan Maulid Nabi? Bagaimana Sejarah awal diadakanya Maulid Nabi? Serta apa Hikmah dalam mensyukuri Maulid Nabi Muhammad SAW?
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur