Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Hikmah Maulid Nabi Dan Kisah Negeri Yang Mendapat Syafa’at Rosululloh

17 September 2024 07:00

Hikmah Maulid Nabi Dan Kisah Negeri Yang Mendapat Syafa’at Rosululloh

SEJARAH MAULID NABI MUHAMMAD DAN HIKMAH MENSYUKURINYA

Menurut keterangan Syekh Mukhtar, pertama kali ada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di dunia ini pada tahun 633 H. Tasyakkuran tersebut dipersiapkan dalam kurun waktu yang sangat panjang. Mulai dari tahun 604 Hijriyyah hingga terlaksana pada tahun 633 Hijriyyah. Adapun orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah Sultan Mudhaffar Abi Sa’id yang mempunyai gelar Al Malikul Adhimul 'Alimun (Raja yang adil, alim dan pandai) dari Negri Irbil (sekarang Baghdad), Irak. Beliau adalah Raja yang terkenal bijaksana dan sangat dermawan.

Pada masa itu Irbil masih menjadi satu dengan Turki. Untuk melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sultan Mudhaffar meminta tolong kepada seorang ulama’ yang bernama Al Hafizh Ibn Dihyah untuk menyusun kitab tentang perjalanan hidup Rosululloh dari kecil hingga perjuangan Rosululloh SAW yang lengkap. Kitab tersebut diberi judul “At Tanwir Fi Maulidil Basyirin Nadzir”. Sultan Mudhaffar juga menghadiahkan uang 1000 dinar kepada ulama’ Al Hafizh Ibn Dihyah sebagai imbalannya. Kitab tersebut dibacakan pada Ikhtifal Tasyakkuran Maulid Nabi yang akan dilaksanakan secara besar-besaran selama 7 hari 7 malam.

Biaya untuk mensyukuri Maulid Nabi tersebut menggunakan biaya negara yang menghabiskan uang sebesar 300.000 dinar uang emas. Dengan menyembelih 50.000 kambing dan 10.000 ekor ayam serta 100 ekor kuda.

Sultan Mudhaffar mengadakan Maulid Nabi bukan tanpa sebab. Dikisahkan pada saat itu negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim sedang terancam bahaya yang sangat besar, yakni diserang oleh Hulagu Khan, cucu Genghis Khan Mongol yang melibas negara-negara Islam. Genghis Khan berusaha menghilangkan Islam dari dunia. Sultan-sultan, Ulama'-Ulama' dibunuh, bahkan kitab-kitab umat Islam dihanyutkan di sungai Darjila hingga sungai tersebut berubah warna menjadi hitam lantaran tinta buku yang dihanyutkan begitu banyak.

Pada saat itu penguasa Islam banyak yang lengah, menikmati kemewahan sehingga lupa. Namun Sultan Mudhaffar Abi Sa’id bangkit untuk menghadapi ancaman tersebut. Beliau menyusun strategi agar penguasa Islam bangkit dari kelengahannya selama ini. Kemudian Sultan Mudhaffar mempunyai ide yaitu mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW secara besar-besaran. Beliau mengundang seluruh penguasa islam pada acara Maulid Nabi tersebut dan dibacakannya Tarikh yang berisi tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Setelah mengadakan Maulid Nabi, seluruh Negri Irbil bangkit menunggu kapan datangnya orang-orang Mongol. Semua siap untuk perang dan siap untuk mati syahid dalam membela Tanah Airnya. Namun setelah ditunggu-tunggu, Atas Berkat Rochmat Alloh serta syafa’at Rosululloh Bangsa Mongol tidak datang. Negri Irbil menjadi negri yang aman dan makmur lantaran mendapat syafa’atnya Rosululloh SAW. bahkan setelah itu Negri Irbil mengalami kemajuan dan kemakmuran yang sangat pesat. Masyarakatnya menjadi makmur, gedung-gedung dibangun tinggi dan megah, begitu pula kotanya terlihat sangat menakjubkan.

Itulah salah satu hikmah dalam mensyukuri Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan dari Sultan Mudhaffar pula, kemudian Maulid Nabi Muhammad SAW meluas ke seluruh dunia termasuk Indonesia hingga saat ini.

 

_________

Bersumber dari: 

• Ajaran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi.

• Maulid Nabi Muhammad dan Haul Kyai Ahmad Syuhada' (2022), oleh Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi.

• Peringatan Maulidin Nabi Muhammad SAW. Dan Haul Kyai Achmad Syuhada' (2008), oleh Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi.

• Tasyakkuran Maulid Nabi Muhammad SAW. dan Santunan Nasional (2013), oleh Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi.

• Kitab Madaarijus Shu’uud, oleh Syekh Nawawi Al-Bantani.

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.