Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha

12 Juni 2026 20:57

Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha

BADAN USAHA CV. UWI AJI BAROKAH LESTARI, POTRET KEMANDIRIAN PANGAN

Program Ketahanan Pangan Uwi dirancang dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain budidaya, OPSHID mengembangkan sistem yang mencakup penelitian, pengolahan hasil panen, pengembangan produk, hingga pembentukan industri pangan berbasis Uwi.

Penguatan hilirisasi tersebut diwujudkan melalui pendirian badan usaha berbentuk Commanditaire Vennootschap (CV) bernama CV. Uwi Aji Barokah Lestari yang berlokasi di Karangjati, Ngawi, Jawa Timur. Kehadiran CV ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan pangan yang lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan.

CV. Uwi Aji Barokah Lestari telah memiliki legalitas formal yang ditandai dengan terbitnya Akta Pendirian Notaris pada 16 Maret 2026 serta Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Hukum dan HAM pada 27 Maret 2026. Dengan adanya kelembagaan usaha tersebut, Program Ketahanan Pangan Uwi yang diinisiasi OPSHID menyiapkan fondasi bagi pengembangan industri pangan lokal yang mampu memperkuat nilai tambah hasil panen, membuka peluang ekonomi, dan memperluas pemanfaatan Uwi di masyarakat.

Program ini dijalankan secara mandiri melalui gotong royong antara anggota OPSHID dan warga Shiddiqiyyah dengan menggunakan sistem Urun Usaha Barokah (UUB) serta pendekatan Bootstraping Industri Uwi, yaitu model pengembangan industri pangan yang bertumpu pada kekuatan internal. Dalam pelaksanaannya, dana awal dihimpun dari shodaqoh yang digunakan untuk membangun dan menggerakkan operasional program, sehingga terbentuk perputaran sumber daya dan manfaat yang berjalan di dalam komunitas secara bertahap.

Rencananya, industri Uwi tidak hanya dilakukan pada aspek produksi, tetapi juga pada sisi pemasaran. Pada tahap awal, hasil olahan Uwi diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar internal OPSHID. Pendekatan ini memberikan ruang bagi program untuk terus menyempurnakan kualitas produk, pengemasan, serta edukasi mengenai manfaat konsumsi Uwi sebelum menjangkau pasar yang lebih luas.

TRANSFORMASI UWI SEBAGAI KOMODITAS PANGAN LOKAL

Pelaksanaan program dimulai dari penyediaan bibit, persiapan lahan, hingga proses budidaya yang dilakukan OPSHID di berbagai daerah khususnya zona 1 berdasarkan standar penanaman yang telah disusun. Setiap wilayah memiliki karakteristik lahan, kondisi tanah, serta ketersediaan air yang berbeda, sehingga metode budidaya yang diterapkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Untuk menjaga kualitas hasil budidaya, dilakukan pendampingan terhadap perkembangan tanaman di setiap wilayah melalui kegiatan silaturrochmi dan Workshop Ketahanan Pangan Uwi yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai koordinator wilayah OPSHID.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan arahan teknis budidaya meliputi tingkat pertumbuhan, kesuburan tanaman, produktivitas hasil panen, serta karakteristik umbi seperti warna, tekstur, ukuran, dan kualitas sebagai indikator kesesuaian standar bahan baku yang telah ditetapkan. Selain itu, juga diberikan solusi atas kendala yang ditemukan di lapangan sekaligus memperkuat komunikasi antar pelaksana program di setiap daerah.

Setelah panen, Uwi diolah di daerah masing-masing menjadi chip atau irisan kering. Chip tersebut kemudian dikirim ke pusat pengolahan untuk diproses menjadi produk pangan. Melalui tahapan penggilingan, chip Uwi diubah menjadi tepung Uwi yang selanjutnya diolah menjadi Beras Uwi sebagai produk utama. Proses ini didukung oleh pengembangan prototipe untuk menghasilkan formula beras yang lebih premium serta meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

Penulis:

Editor: Nuraida