Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Sepuluh Tahun Sehat Tentrem: Dari Jombang Untuk Indonesia Raya

16 Maret 2023 16:30

Sepuluh Tahun Sehat Tentrem: Dari Jombang Untuk Indonesia Raya

DISEBUT SEBAGAI ROKOK OBAT

Pada dasarnya segala sesuatu yang berasal dari bumi, jika diolah dengan baik akan memberikan kemanfaatan bagi manusia, baik secara jasmani maupun rohani, begitupun dengan tembakau jika diolah dengan baik tanpa menggunakan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh, tidak akan membahayakan.

Sehat Tentrem sebagai perusahaan rokok bertindak sebagaimana mestinya, tembakau yang diolah dengan campuran rempah-rempah Indonesia ini justru memberikan khasiat kesehatan kepada konsumen. Khasiat ini dirasakan dan disampaikan oleh penikmat Sehat Tentrem, para penikmat yang kian hari makin banyak ini kemudian membentuk komunitas sendiri dengan nama STholics.

FASE PERKEMBANGAN SEHAT TENTREM DARI TAHUN KE TAHUN

Sejak 2013 sampai 2023, Sehat Tentrem telah melalui banyak fase. Dihimpun dari data dan keterangan Bapak Hermawan selaku Manajer pemasaran dan Bapak Safri Al Hilmy selaku divisi marketing dari Kantor Pemasaran Pusat Sehat Tentrem, fase Sehat Tentrem dari tahun ke tahun pada dekade awal ini terbagi dalam 3 bagian sebagai berikut:

Fase awal (2013-2016)

10 tahun st 2.webp (1.98 MB)
AKPER, Akademi Perlintingan, lembaga pendidikan yang didirikan ST untuk menyambut tenaga-tenaga baru di bidang perlintingan rokok.

 

Fase ini disebut sebagai fase awal, dimana Sehat Tentrem masih dalam tahap merintis. Penyebaran produk Sehat Tentrem di fase ini baru di kalangan Thoriqoh Shiddiqiyyah saja, terutama dalam Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID). Para anggota OPSHID yang tersebar di berbagai daerah memperkenalkan produk Sehat Tentrem di daerah masing-masing. Pada fase ini, Sehat Tentrem terus disempurnakan melalui berbagai percobaan dan riset yang akhirnya dapat menghadirkan produk Sehat Tentrem yang saat ini kita kenali. Kemudian setelah bertahun-tahun dalam tahap penyempurnaan dan pengenalan, barulah pada tahun 2017 PR. Sehat Tentrem Jaya Lestari resmi berdiri.

Fase kedua (2017-2019)

Setelah berdiri sebagai PR. Sehat Tentrem Jaya Lestari, pengenalan dan pemasaran mulai dilakukan secara terbuka ke berbagai daerah dan pada masyarakat umum. Kemudian juga mulai memiliki agen di Jombang, Gunung Kidul, Malang dan Surabaya. Di Fase ini, para penikmat ST mulai membentuk komunitas pecinta ST yang saat ini dikenal dengan sebutan "STholics".

Penjualan Sehat Tentrem setiap tahun terus mengalami peningkatan, yakni sebagai berikut:

Tahun 2017         : 245.000 pack/tahun

Tahun 2018         : 2.000.000 pack/tahun

Tahun 2019        : 4.000.000 pack/tahun

Fase Ketiga (2020-2022)

Pengenalan dan penyebaran Sehat Tentrem semakin luas ke berbagai kalangan. Banyak yang merasakan manfaat dan khasiat dari Sehat Tentrem yang ditandai dengan berbagai testimoni yang diberikan.

Pada fase ketiga ini, penjualan Sehat Tentrem juga terus meningkat. Meskipun perekonomian dunia dilumpuhkan karena adanya pandemi, hal tersebut ternyata hampir tidak mempengaruhi perkembangan Sehat Tentrem. Berikut adalah catatan perkembangan Sehat Tentrem dari tahun 2020 - 2022:

Tahun 2020        : 7.000.000 pack/tahun

Tahun 2021         : 8.000.000 pack/tahun

Tahun 2022        : 9.000.000 pack/tahun

Sehat Tentrem mengawali distribusinya hanya dengan 10 agen yang merupakan anggota OPSHID atau warga Shiddiqiyyah, hingga kini Sehat Tentrem memiliki 71 Mitra Pemasaran. Pada akhir tahun 2022, tercatat Sehat Tentrem telah mengekspansi jaringan distribusinya hingga di 18 Propinsi dan 80 Kabupaten/Kota. Dan di tahun yang sama, PR. Sehat Tentrem Jaya Lestari resmi berganti menjadi PT. Sehat Tentrem Jaya Lestari.

Menurut keterangan dari Bapak Hilmy, tentu ada metode pemasaran khusus yang langsung diarahkan oleh Bapak Komisaris sehingga perkembangan Sehat Tentrem bisa seperti sekarang ini. "Semua yang kami lakukan, selalu kami konsultasikan atau kami matur ke Bapak Komisaris, Mas Subchi. Jadi bagaimana teknik atau strategi marketing yang kami jalankan, semua dari pantauan beliau".

Penulis: Nuraida

Editor: Sa’adatush S.