ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sepuluh Tahun Sehat Tentrem: Dari Jombang Untuk Indonesia Raya
16 Maret 2023 16:30
PT. Sehat Tentrem Jaya Lestari atau lebih dikenal dengan Sehat Tentrem, sebuah merk kretek lokal dari Jombang, Jawa Timur, tengah merayakan 10 tahun berdiri dalam pengabdiannya untuk Indonesia Raya. Perayaan sebagai wujud syukur ini dilaksanakan di Ponpes. Shiddiqiyyah dengan menyelenggarakan acara bertajuk “PASAR RAKYAT SATU TETAP”, Satu Tetap menyimpan pengertian tersirat bahwa Sehat Tentrem berkomitmen untuk Satu Tetap, untuk Indonesia Raya.
Dalam perayaan ini, Sehat Tentrem mengadakan santunan kepada 150 tukang becak yang tergabung dalam komunitas tukang becak Sehat Tentrem se-Jombang. Sehat Tentrem juga menyediakan tenda-tenda pameran untuk organisasi-organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah secara gratis, sebagai salah satu wadah untuk mengembangkan perekonomian warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam penunjang dalam perjuangan kemanusiaan dan keimanan. Selain itu, ada pula pagelaran musik yang menampilkan musisi lokal seperti Sharla Martiza, Samuel Heru, Plat L, Lubbil Achbab dan pengiring Tarian Tradisional dari sanggar lokal Ploso IJ Art.

Pendiri PT. Sehat Tentrem Jaya Lestari adalah seorang pemuda dengan latar belakang pendidikan sepenuhnya dari pesantren milik sang ayah yang terletak di plosok kota Jombang, tepatnya di desa Losari, Kecamatan Ploso. Lalu, sejauh apa perusahaan ini berkembang?
Sehat Tentrem ditemukan dan mulai dikembangkan pada sekitar bulan Maret 2013 oleh pemuda kelahiran Ploso bernama M. Subchi Azal Tsani atau lebih akrab dipanggil Mas Bechi, putra dari ulama’ sepuh dan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah sekaligus pendiri Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah atau Pesantren Shiddiqiyyah. Meski sepenuhnya tinggal dan belajar di lingkungan pesantren, namun dari tangan Mas Bechi inilah lahir sebuah perusahaan yang kini menjadi penopang roda perekonomian di lingkungan pesantren Shiddiqiyyah.
Berawal dari keresahan Mas Bechi melihat perekonomian Indonesia yang tidak stabil, cenderung dimonopoli oleh perusahaan luar, kondisi masyarakat yang jauh dari kata makmur dan tentrem serta rasa cintanya terhadap Bangsa Indonesia, yang menjadi salah satu pemicu terciptanya Sehat Tentrem.
Menurut keterangan Bapak Choiri Al Hadziq atau akrab disapa Hadziq selaku pimpinan pelaksana Sehat Tentrem, bahwa awal berdirinya Sehat Tentrem berasal dari sebuah dasar pemikiran bahwa harus ada balance antara misi da'wah dan penunjang da'wah, yang dalam hal ini yang dimaksudkan adalah misi da'wah ajaran Shiddiqiyyah, "Ini kedua-duanya harus sinambung. Nah sebagai founder ST, Bapak Komisaris (M. Subchi Azal Tsani-red) berpikir 'saya nggak bisa berjuang kalau uang saja masih minta orang tua'".
Sehingga dari situlah muncul ide untuk mendirikan Sehat Tentrem sebagai penunjang da'wah ajaran Shiddiqiyyah.

Kata “Sehat” dari Sehat Tentrem adalah pemberian dari Sang Ayah atau Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, dan “Tentrem” adalah nama yang ditambahkan oleh Mas Bechi. Yang mana, Sehat Tentrem memiliki slogan dan visi misi sebagai pengabdi “Untuk Indonesia Raya”.
Bisa kita simpulkan juga, begitu besarnya peran Sang Maha Guru dalam proses tercipta serta tumbuh kembang Sehat Tentrem, sehingga beliau pernah dawuh bahwa "nang jerone ST ono aku" (di dalam ST ada aku), dan itu adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri kebenarannya.
Produk utama dari Sehat Tentrem adalah rokok kretek dengan cita rasa khas Nusantara yang terbuat dari tembakau dan cengkih serta dipadukan dengan jinten dan rempah lainnya yang dipasok melalui petani-petani Indonesia. Konon, mendirikan perusahaan rokok ini tidak lepas kaitannya dari peran sang kakek Mas Bechi bernama Mbah Kyai Abdul Mu’thi yang dikenal sebagai ahli tembakau yang termasyhur.
Membutuhkan waktu yang panjang dalam proses merintis usaha rokok kretek ini, berkali-kali mencoba dan mencari tembakau yang sesuai, mulai dari petani tembakau sekitar Jombang, meluas sampai ke Jawa Timur, meluas lagi sampai ke Lombok dan pernah uji coba membeli tembakau dari luar negeri, namun justru cita rasanya kalah jauh dari tembakau hasil petani Indonesia.
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Realisasikan Ajaran Al Qur-an, Santri MQ Wujudkan Syukur Menjadi Aksi Bangun Rumah
- Setetes Bakti untuk Bangsa dan Negara: Rumah Baru dari Pemuda Shiddiqiyyah Sidoarjo
- Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!
- Serah Terima Rumah Syukur Kemerdekaan Unit ke-136, OPSHID Bangun Dengan Desain Berbeda
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.