ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sepuluh Tahun Sehat Tentrem: Dari Jombang Untuk Indonesia Raya
16 Maret 2023 16:30

PERKEMBANGAN YANG ORGANIK
Menjadi perusahaan dengan perkembangan yang terhitung pesat dalam waktu yang relatif singkat, bisa dikatakan, menjadikan Sehat Tentrem sebagai dark horse di dunia industri tembakau. Tetapi perkembangan yang pesat itu tentu tak lepas dari berbagai lika-liku yang harus dialami Sehat Tentrem dalam perkembangannya untuk memberikan persembahan pada Indonesia Raya.
Tak jarang sebagai produk kretek dengan harga yang cenderung di atas rata-rata, para pendiri Sehat Tentrem kerap mendapat opini bernada miring dari masyarakat sekitar, yang pesimis bahwa perusahaan ini akan berhasil.
Menanggapi hal ini, Hadziq mengaku hanya berdasar yakin ketika mendampingi Mas Bechi kala mendirikan Sehat Tentrem, "saya juga sebelumnya tidak pernah bekerja di bidang pertembakauan. Memang nggak mudah, tapi saya menjalankan berdasarkan keyakinan dan tanggung jawab", tegasnya.
Perkembangan Sehat Tentrem adalah contoh perkembangan organik yang bebas dari campur tangan manipulasi marketing. Bagaimana tidak, para pecinta produk Sehat Tentrem secara aktif menyebarkan sendiri tentang kretek Sehat Tentrem. Awalnya hanya dari mulut ke mulut, getuk tular, hingga kemudian secara aktif mengadakan berbagai kegiatan komunitas hingga menyebut diri mereka dengan nama STHolics.
"Awalnya mau disebut ST Mania. Tapi saya pribadi kurang setuju (dengan nama itu-red)", terang Bapak Windu Haribadi atau akrab disapa mas Windu, salah satu orang yang menginisiasi terbentuknya komunitas pecinta Sehat Tentrem.
Mayoritas konsumen ST menumbuhkembangkan rasa cinta dan kesetiaan yang murni kepada produk-produk ST sehingga secara sukarela menjadi 'agen marketing' yang tidak henti menceritakan tentang produk-produk ST kepada orang-orang di sekitar mereka. Bila biasanya kegiatan konsumsi rokok dianggap sebagai sesuatu yang tabu, lain halnya dengan STHolics, yang memperlihatkan dengan bangga bahwa mereka mengonsumsi ST.
Fakta ini juga diamini oleh Windu yang berbagi ceritanya sebagai STHolics pada awal-awal terbentuknya komunitas, "dulu itu kalau kita bawa rokok ST, semisal RPE (Raos Paling Eco-red), atau Mawon (Raos Ngeten Mawon-red), itu bagaimana kita menularkan kebanggaan kita itu ke orang lain".
"Usaha dan kegiatan komunitas kita itu akhirnya diakui oleh Mas Bechi sendiri. Jadi Mas Bechi sendiri yang mengeluarkan kata-kata 'para STHolics'. Itu merupakan kebanggaan buat kita yang luar biasa, dan sampai sekarang kita kemana-mana pakai nama STHolics", terang Windu.
Lalu bagaimana produk ST ini bisa diterima oleh masyarakat? Apabila ditarik kesimpulan singkatnya, alasannya cukup sederhana: Karena rasanya memang benar enak, dan karena orang memang benar-benar merasakan khasiat dari Sehat Tentrem.
"Sederhana aja, ini rokok enak, ini bisa untuk pengobatan", jawab Windu, yang menerangkan bahwa orang bisa menerima ST apa adanya hingga akhirnya bisa menggantikan rokok lain, "orang yang sudah terbiasa ngudud ST, nggak akan merasa nyaman untuk merokok yang lain. Tidak akan merasakan enaknya rokok non ST. Itu bukan keterangan dari pihak perusahaan ST-nya, tapi murni pengakuan dari orang-orang yang migrasi, pindah dari rokok lain ke rokok ST".
Mengenai fenomena diterimanya ST di masyarakat, Hadziq mengakui bahwa itu semua yang pertama adalah tidak lepas dari menetapkan keyakinan pada Sang Maha Guru, Bapak Kyai Moch, Muktar Mu'thi, dan pada founder Sehat Tentrem, Bapak M. Subchi Azal Tsani. "Setiap langkah itu saya selalu minta pertimbangan, minta saran, istilahnya saya menanyakan harus melangkah kemana? Strateginya saya hanya menjalankan sebagai pelaksana. Simpelnya ya, berdo'a dan berusaha".
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman