Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Kebangkitan Islam: Runtuhnya Propaganda Barat

04 Juli 2025 17:00

Kebangkitan Islam: Runtuhnya Propaganda Barat

KEKUATAN DARI TIMUR

Satu hal yang gagal diperkirakan oleh AS dan Israel: keteguhan, kekokohan, dan kesolidan Iran secara ideologi dalam memerangi rezim zionis menjadikan Iran benteng yang tak bisa ditembus. Iran siap dan berani memukul balik Israel dan AS. Ayatollah Ali Khamenei tak bisa disamakan dengan Saddam Hussein.

Tekanan ekonomi dan diplomatik selama puluhan tahun tak berhasil menggoyahkan sistem Islam yang ditegakkan di Iran. Terutama sejak Revolusi Iran tahun 1979, yang menggulingkan pemerintahan monarki Syah Mohammad Reza Pahlavi dan menggantinya dengan Republik Islam yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Revolusi ini dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Shah yang dianggap korup, represif, dan terlalu bergantung pada Barat, serta keinginan untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Revolusi Islam Iran menjadi sumber inspirasi bagi gerakan Islam lainnya di dunia. Bahkan, Iran kemudian menjadi pusat poros perlawanan (resistance axis). Iran ikut menopang—baik secara sumber daya maupun finansial—kekuatan kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan milisi perlawanan di Palestina, Hamas.

Kelompok-kelompok ini, memainkan peran penting dalam perlawanan terhadap zionis.

 
PEOPLE’S CHAMPION

“Hamas menang, Israel kalah.”

Beginilah pitutur luhur dari Kyai Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia pada Chaul 4 Kholifatush Shiddiqiyyah dan Mbah Imam Puro di Tri Manunggal Jati, Kuncung, Jombang, 18 Mei 2024.

Tapi kemenangan seperti apa yang dimaksud? Secara de jure, Palestina memang sudah diakui oleh PBB tetapi belum ditetapkan sebagai negara merdeka. Sedangkan secara de facto, warga Palestina hingga detik ini masih menderita akibat kejahatan perang yang terus menerus dilakukan Israel. Lalu menang seperti apa?

Memenangkan hati dan simpati mayoritas penduduk dunia. Gerakan yang diinisiasi oleh Hamas, membuka mata dunia bagaimana Barat telah membangun stereotip kaum Muslim sebagai teroris, dan mendobraknya. Dengan munculnya dokumentasi visual, media sosial, dan kesaksian langsung dari warga sipil, publik global mulai melihat dimensi lain dari konflik ini.

Solidaritas internasional terhadap Palestina meningkat, bahkan di negara-negara Barat yang sebelumnya diam atau netral. Kini menunjukkan bahwa narasi tunggal yang pernah dikuasai oleh media Barat tidak lagi mutlak.

Hamas membuat dunia sadar bahwa ini bukan perang AS dan Israel melawan terorisme, tetapi perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan tanah air dari penjajahan zionis. Islam tidak lagi identik dengan kekerasan, tapi dengan perjuangan perlawanan terhadap kedzoliman.

Fakta bahwa sampai saat ini Israel gagal mencabut Hamas hingga ke akar merupakan kekalahan yang memalukan bagi Israel dan menunjukkan lemahnya kekuatan militer sekutu AS. Perlawanan akan selalu ada di mana opresi dan penjajahan masih berlangsung, dan Hamas maupun kelompok-kelompok lainnya yang serupa akan terus ada selama Israel masih menjajah.

Merekalah people’s champion, juara sesungguhnya di hati rakyat.

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida