Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Di Tengah Polemik Konsep Rumah Subsidi yang Minimalis, Shiddiqiyyah Membangun 136 Unit Rumah Gratis 

02 Juli 2025 17:00

Di Tengah Polemik Konsep Rumah Subsidi yang Minimalis, Shiddiqiyyah Membangun 136 Unit Rumah Gratis 

THORIQOH SHIDDIQIYYAH BAGIKAN RUMAH GRATIS SEBAGAI SOLUSI BANYAKNYA RUMAH TIDAK LAYAK HUNI di INDONESIA

Organisasi-organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah yang berjalan tanpa afiliasi dengan partai atau kepentingan politik manapun, dengan biaya yang dikeluarkan secara mandiri, menciptakan gebrakan besar dengan membangunkan rumah gratis bagi kaum dhu'afa (fakir miskin), tanpa dipungut biasa sepeserpun. 

Rumah gratis ini diberi nama Rumah Syukur, yang dilakukan pada momen nasional seperti kemerdekaan Bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan.  

Pada momen kemerdekan, Rumah Syukur ini secara lengkap disebut Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS), sebagai wujud syukur dan aksi nyata atas adanya Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Secara spesifik, pada tahun 2025 dalam rangka Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-80, Thoriqoh Shiddiqiyyah membangun 136 unit rumah tersebar di seluruh Indonesia Raya, dan 5 unit di antaranya  dibangun dengan teknologi smart home.  

Program ini telah berlangsung sejak tahun 2002, dan Shiddiqiyyah tetap konsisten melakukannya hingga detik ini.

Setelah berjalan selama 24 tahun lamanya, sebanyak 2.227 unit RSKILHS telah dibangun dengan biaya mencapai kisaran 110 miliar rupiah. Tentu biaya yang sedikit dibanding dengan uang triliunan rupiah yang ramai dibicarakan media karena dikorupsi. 

Rumah Gratis yang dibangun oleh Thoriqoh Shiddiqiyyah secara penuh diberikan cuma-cuma dengan metode survei penerima secara ketat.

Program rumah gratis ini sama sekali tidak membebani penerima, bahkan untuk hunian sementara, kebutuhan makan dan keperluan selama rumah dibangun juga di tanggung oleh organisasi-organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah. 

Adapun standarisasi Rumah Syukur yang dibangun, minimal berukuran 5m x 7m atau luas bangunan 35m2.

Selain membangun dari awal hingga akhir, RSKILHS juga dilengkapi dengan fasilitas ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, mushola, lengkap beserta perabotan rumah tangga. Dalam kasus tertentu, tak jarang juga dilengkapi dengan modal usaha. 

Sebagai wujud rasa syukur kepada Alloh Ta’ala dan kepada bangsa Indonesia. Harapanya, RSKILHS diberikan untuk membebaskan saudara sebangsa dari kemiskinan.

Maka, tidak menolak kemungkinan, negara dapat bertindak jauh lebih besar dari apa yang sedang diusahakan oleh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk memerdekakan rakyatnya dari belenggu kemiskinan, khusunya dari rumah yang tidak layak huni.

Pun hal ini menjadi salah satu syiar warga Thoriqoh Shiddiqiyah untuk meluruskan fakta sejarah bahwa tanggal 17 Agustus 1945 adalah kemerdekaan Bangsa Indonesia bukan Kemerdekaan Republik.

Sebab, Kemerdekaan Republik Indonesia sesungguhnya tidak ada, karena Negara Republik Indonesia baru terbentuk pada tanggal 18 Agustus 1945, baca selengkapnya:17 Agustus Bukan Kemerdekaan Republik Indonesia, Bagaimana Bisa?.(OPSHID Media)


:::::::::::

Referensi: 

  1. https://www.bps.go.id/ 
  2. https://datartlh.perumahan.pu.go.id/main/
  3. https://www.voaindonesia.com/a/juta-rumah-tangga-di-tanah-air-belum-miliki-rumah/7254800.html
  4. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/01/15/2401/persentase-penduduk-miskin-september-2024-turun-menjadi-8-57-persen-.html 

 

Penulis: Ainun Nasikhah

Editor: Nuraida