ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Peletakan batu Pertama Pembangunan Asrama Putra di Pesantren Shiddiqiyyah
17 Juli 2023 17:15

JOMBANG – Ahad (16/06/23), telah diselenggarakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Murobithul Ghulam atau Asrama Putra di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Pusat, Losplos Jomja Iroja. Acara ini dihadiri langsung oleh Al Mukarrom Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi beserta Ibu Nyai Shofwatul Ummah, Kholifatush Shiddiqiyyah, Wali Talqin Shiddiqiyyah dan para santri.

Dalam sambutannya, Ibu Nyai Shofwatul Ummah mengingatkan kembali tentang pentingnya pendidikan, beliau juga menyampaikan bahwa pembangunan Murobithul Ghulam ini sudah direncanakan sejak 3 tahun yang lalu, namun karena beberapa alasan, barulah bisa dilaksanakan sekarang.
“Seperti yang telah disampaikan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, pendidikan itu bukan hanya penting, tetapi Maha Penting, karena itulah pendidikan yang berkitan dengan menuntut ilmu ini harus kita utamakan."
“Pembangunan Murobithul Ghulam itu sebenarnya sudah direncanakan sejak 3 tahun yang lalu, sudah disiapkan prosesnya oleh Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID), dan karena ada hal-hal yang mustahil sehingga tertunda, tetapi Alchamdulillah harus tetap kita syukuri.” Ungkap Ibu Nyai Shofwatul Ummah.
Di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman terdapat ribuan anak didik, maka tak luput dari peran Organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah yang turut serta membantu dalam menyiapkan sarana prasarana sebagai penunjang bagi para santri yang menuntut ilmu untuk mendapatkan tempat yang layak, agar anak didik nyaman dan dapat fokus pada pelajaran yang diberikan.
“Selama ini memang banyak siswa-siswi yang mencari tempat atau kos di kampung, sehingga kurang kondusif untuk menerima pelajaran. Oleh karena itu dengan adanya Murobithul Ghulam, kita akan atur sedemikian rupa supaya bisa lebih fokus lagi dalam menerima pelajaran di Pondok Pesantren Majma’al Bachroin Shiddiqiyyah”, terang Ibu Nyai Shofwatul Ummah.
Adapun pembangunan ini mengeluarkan biaya yang perkiraannya mencapai 3-4 Milyar, karena memiliki 2 tingkat dan menampung hingga 500 siswa. Luas bangunannya adalah 64x51 m, sehingga bisa terbangun banyak kamar, yang mana satu kamar dapat ditempati 12 anak dengan 6 tempat tidur dua tingkat.
Bapak Paiman selaku Penanggung Jawab lapangan menyampaikan bahwa akan ada pembelajaran di Murobithul Ghulam. “Akan ada semacam pembelajaran di dalam Murobith, strategi denah yang kemarin kurang pas untuk anak-anak, sehingga ada penambahan ruang untuk belajar outdoor, jadi semi terbuka, masih ada hubungannya dengan bangunan induk.”
Di samping itu, Sang Mursyid turut serta dalam pematangan denah untuk efisiensi ruangan, kebersihan dan kenyamanan tempat. Ibu Nyai Shofwatul Ummah juga menambahkan agar di Murobith terdapat jalur-jalur alternatif sebagai antisipasi jika terjadi masalah yang berkaitan dengan jalur masuk utama.
Ketika ditanya berapa lama bangunan ini akan rampung, Bpk Paiman mengungkapkan kurang lebih 3 sampai 4 tahun, " 2 tahun konstruksi kerangka total,1 tahun finishing total, insyAlloh 3 sampai 4 tahunan selesai". (OPSHID MEDIA)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan