Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Pandemi COVID-19 Pembuka Pintu Kesadaran Spiritual

12 Maret 2025 06:59

Pandemi COVID-19 Pembuka Pintu Kesadaran Spiritual

Selain kaum beragama, adzan juga menjadi obat penenang bagi mereka yang tak memiliki iman. Sehingga munculnya virus ini telah menjadi bukti bahwa sebenarnya tiap-tiap manusia telah tertiup ruh suci yaitu keimanan. Tanpa adanya iman, maka adzan berkumandang pun tak akan ada yang merasakan, apalagi menjadi penenang.

Tumbuhnya iman tersebut juga diiringi dengan wujud nyatanya, yaitu kemanusiaan. Meskipun di tengah wabah kebanyakan orang hanya mementingkan keselamatan diri sendiri, ada umat Islam di Eropa yang secara inisiatif menyumbangkan masker buatan tangan mereka. Lewat sumbangan, dikirimkan masker-masker tersebut ke lembaga kesehatan untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Keimanan menimbulkan rasa kemanusiaan, mendorong diri untuk membantu, bukan 'takut berlebihan', karena ketakutan yang berlebih hanya akan menjadi bibit penyakit jiwa.

Begitu pula warga dan organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah pada 19 April 2020 M. Sebab dirasa wabah COVID-19 telah mengguncang sektor kehidupan, khususnya sektor perekonomian, dilaksanakanlah program yang dinamakan “Santunan Dampak Corona oleh Warga Shiddiqiyyah se-Indonesia”. Adapun isi paket tersebut senilai Rp200.000 dari sembako serta uang tunai. Hal ini dapat dilakukan warga Shiddiqiyyah karena shodaqoh yang sudah menjadi ciri khas Shiddiqiyyah, dan iman atau kepercayaan bahwa shodaqoh dapat menolak balak dan penyakit. Hasilnya, dengan persiapan singkat, warga Thoriqoh Shiddiqiyyah berhasil menyalurkan santunan senilai total hampir Rp2.000.000.000 ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan di luar negeri.

 

MENINGKATNYA UMAT MUSLIM DI EROPA

Seperti yang kita tahu, bahwa 'kesadaran' banyak orang pasca pandemi corona kian tumbuh. Hal tersebut bisa dilihat dari bagaimana masyarakat internasional semakin tidak mudah dibohongi oleh kabar berita yang dirancang untuk menggiring opini dan membentuk gambaran agama Islam dalam sebuah stereotip tertentu. Dalam perang Israel di Gaza, meskipun dengan kekuasaan mutlak pada raksasa pengendali media di dunia, Israel kalah telak dari Palestina dalam mendapatkan dukungan dari mayoritas masyarakat dunia. Kontradiktif dari banyaknya stigma yang dibentuk untuk semakin menjauhi agama Islam.

Secara halus, peningkatan ini juga timbul dari hasil renungan masyarakat dalam menghadapi pandemi. Inilah kesadaran yang bertahan, berdasarkan keimanan dan kemanusiaan. Menurut Globe Eye News, jumlah penduduk muslim di Eropa meningkat hingga mencapai 400%, khususnya setelah serangan Israel di Gaza.

Maka dari itu kita sebagai manusia yang tak lepas dari spiritualitas, seharusnya kembali merenungkan diri. Meskipun seringkali lalai karena menemukan kesenangan dan kesibukannya sendiri, kebanyakan manusia di masa krisis akan kembali ingat, dan mencari sesuatu sebagai obat batin untuk mendapatkan ketenangan di tengah ketegangan.

Di pandemi covid ini telah dibuktikan, konten dakwah agama atau kesadaran berkeimanan menjadi lebih intens, kebutuhan spritual manusia dicari-cari untuk mendapatkan kedamaian batin, mengobati kecemasan, baik itu secara langsung dengan segala keterbatasan pertemuan langsung dalam pandemi, maupun di rumah lewat media online.

Pandemi COVID-19 ini bisa menyadarkan manusia tentang betapa lemah dan tidak berdaya dirinya. Keterbatasan, ketakutan, dan kekhawatiran terus menghantui. Di samping itu, perubahan aturan, penyesuaian, dan adaptasi dapat menimbulkan kepedulian, solidaritas, serta dalam diri masing-masing menyebabkan penguatan spiritual, iman, dan hakikat.

Meski pandemi telah menjadi pengingat, masih banyak yang lupa, mengabaikan, ataupun melepaskan hikmah dari kejadian besar ini. Sebagaimana saat ini adalah “era kebangkitan spiritual” atau “era kebangkitan tashawwuf”, kita harus segera kembali atau mencari ke dalam diri, memperkuat kesadaran, seperti apa tujuan hidup kita sebagai manusia di bumi. Sebagai makhluk sosial, sebaiknya kita juga mengingatkan setidaknya orang sekitar kita untuk tidak lalai dalam era kebangkitan ini. (OPSHID Media)

 

Bersumber dari:

- ytb.gov.tr, AZAN IN MOSQUES BE HEARD AGAIN

- World Health Organization (WHO)

- AA, COVID-19: Call to prayer gesture in heart of Europe 

- Globe Eye News

- Wabah Corona & Kebangkitan Tashawwuf oleh Majalah Al-Kautsar DHIBRA edisi 168 

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Sa’adatush S.