ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kretek: Harta Karun Indonesia Yang Dianaktirikan
03 Oktober 2024 07:00

PERAN KRETEK DALAM PERJUANGAN MELAWAN KOLONIALISME DAN DOMINASI ASING
Kedigdayaan kretek sebagai bahan bakar mesin pergerakan nasional, dapat dilihat pada berbagai contoh. Tercatat, ada beberapa nama wirausahawan kretek sukses yang juga merupakan santri dan juga aktif dalam pergerakan nasional. Di antaranya adalah H.M. Abdul Kadir—salah satu pendiri Muhammadiyyah Kudus; K.H.R Asnawie—pemrakarsa NU Nasional; dan Haji Djoepri— pemimpin SI lokal Kudus.
Contoh lain dapat dilihat pada ekosistem Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia dan juga pesantren-pesantren di lingkungan Shiddiqiyyah. Salah satunya, adalah pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah. Sebelum menjadi pesantren MBHWMI Shiddiqiyyah, cikal bakalnya adalah Pesantren Kedung Turi.
Pesantren Kedung Turi ini didirikan oleh Kyai Achmad Syuhada’, tempat Soekarno kecil pernah mengaji dan menimba ilmu agama. Baca pada jurnal berikut: Guru Spiritual Bung Karno di Ploso dan Kemunculan Pergerakan Cinta Tanah Air Dari Timur
Pada masa itu, Kedung Turi diteruskan oleh putra Kyai Achmad Syuhada’ yaitu Kyai Abdul Mu’thi. Beliau adalah ahli tembakau dan pengusaha tembakau terkenal di daerah utara sungai Brantas di Kabupaten Jombang, yang khalayak kenal dengan sebutan “dokter tembakau”.
Kemasyhuran beliau, bahkan tercatat dalam museum House of Sampoerna (Surabaya). Ditulis, “Abdul Mu’thi, pengusaha tembakau asal Ploso, utara Brantas”. Sayangnya, pada saat tulisan ini diterbitkan, House of Sampoerna masih berstatus tutup sementara semenjak pandemi Covid-19.
Kyai Abdul Mu’thi sebagai seorang pengusaha dan ahli tembakau yang sukses, sekaligus sebagai pengasuh pesantren Kedung Turi tentu dapat ditarik benang merahnya. Keberlangsungan hidup Pesantren Kedung Turi sedikit banyak tentu tidak dapat dipisahkan dari hasil dari usaha kebun tembakau Kyai Abdul Mu’thi. Bahkan bisa dibilang, tembakau berperan besar dalam menggerakkan roda pesantren.
Fakta ini, rupanya masih bisa dibuktikan hingga kini pada saat Pesantren Kedung Turi sudah berganti nama menjadi Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah dan dipimpin oleh putra Kyai Abdul Mu’thi, yaitu Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Shiddiqiyyah pun turut bergerak di Industri Hasil Tembakau, yaitu dengan mendirikan pabrik bernama PT Sehat Tentrem Jaya Lestari yang memproduksi kretek.
Kesuksesan kretek Sehat Tentrem, bagaikan dark horse di dunia industri tembakau. Sepak terjang Sehat Tentrem sampai bisa memasarkan produknya hingga tingkat nasional dapat dibaca pada jurnal berikut: 10 Tahun Sehat Tentrem, Dari Jombang Untuk Indonesia Raya
Diungkapkan oleh direktur PT Sehat Tentrem Jaya Lestari, gagasan mendirikan Sehat Tentrem lahir dari sebuah visi untuk mempercepat laju perjuangan Shiddiqiyyah dan juga Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) . Berbagai program sosial yang harus dijalankan seperti Rumah Syukur Layak Huni, Santunan, Jelajah Desa, perawatan pondok pesantren dan lain-lainnya, tentu memerlukan biaya yang tak sedikit. Untuk itulah ilmu per-tembakauan yang diwarisi dari Kyai Abdul Mu'thi diwujudkan menjadi sebuah produk kretek.
Saat ini, Shiddiqiyyah memiliki jutaan jama’ah di seluruh Indonesia bahkan ada juga di mancanegara. Pesantrennya pun tak hanya Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah yang terletak di Ploso Jombang saja, tapi juga ada Pesantren Cinta Tanah Air Jati Diri Bangsa di Kediri dan Pesantren Hayya ‘Alash Sholah Hayya ‘Alal Falah di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Di balik itu semua, ada Sehat Tentrem sebagai penopang utama roda perekonomian yang berperan besar dalam menunjang laju Shiddiqiyyah dari segi finansial.
Di sisi lain, kretek Sehat Tentrem juga banyak menyerap tenaga kerja baik lokal (sekitar pabrik) maupun santri lulusan pendidikan Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat (THGB) Shiddiqiyyah. Dengan Sehat Tentrem menjadi penunjang laju gerakan Islam Tashawuf yang bertujuan mulia dan menebarkan kemaslahatan hidup masyarakat di berbagai lini, otomatis menunjukkan kepada kita semua betapa kuat industri kretek apabila diperkuat dengan landasan serta tujuan yang mulia. Apabila mengutip dari kepercayaan jama’ah Shiddiqiyyah, adalah siapa yang berjuang di jalan Alloh akan selalu mendapat ridlo dariNya.
Kretek mengukir peran besar dalam upaya bumiputra meruntuhkan dominasi asing dalam ekonomi kapitalistik, baik pada saat masa kolonial dahulu hingga sekarang. Kretek sangat lekat dengan identitas Bangsa ini, dan akan terus begitu bahkan di masa-masa di mana penikmat kretek dianggap kuno di tengah gempuran rokok elektrik ataupun vape. Bila diibaratkan putra ibu pertiwi, kretek akan selalu setia untuk Bangsa kita, meski dianaktirikan di negeri sendiri.
Selamat Hari Kretek Nasional! (OPSHID Media)
————————
Bersumber dari:
- Kretek, Kemandirian dan Kedaulatan Bangsa Indonesia, (2014), Nuran Wibisono dan Marlutfi Yoandinas, Komite Nasional Penyelamatan Kretek.
- Kretek Indonesia, Dari Nasionalisme Hingga Warisan Budaya, (2014), S. Margana dkk, Jurusan Sejarah FIB UGM dengan Puskindo.
- Ekspedisi Cengkeh, (2013), Puthut EA dkk, Ininnawa & Layar Nusa.
- Jurnal UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang – Lembaga Tembakau Jember tentang tembakau, di website lembagatembakaujember.disperindag.jatimprov.go.id
- Kuasa Ramalan, (2011), Peter Carey.
- Jejaring Ulama Diponegoro, (2019), Zainul Milal Bizawie, Pustaka Compass.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur