ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Rakyat Indonesia Ingin Memiliki, Menikmati, dan Mensyukuri Indonesia
15 September 2024 07:00

Bertepatan dengan pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama’ ke - 33 pada Sabtu, 1 Agustus 2015, Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi sowan kepada Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Pertemuan antara Jokowi dan Syekh Mukhtar itu berlangsung di Hotel Yusro, Jombang. Pada kesempatan tersebut, Syekh Mukhtar berpesan pada pak presiden bahwa: “Rakyat Indonesia ingin memiliki, menikmati, dan mensyukuri Indonesia”.
Pertemuan tersebut bersifat privat tanpa ada media yang meliput. Di dalam ruangan tertutup hanya ada Syekh Mukhtar, Presiden Jokowi, yang didampingi oleh Ibu Nyai Shofwatul Ummah dan Bapak M. Subchi Azal Tsani.
Pada berbagai acara berikutnyalah Syekh Mukhtar bertutur kepada warga Shiddiqiyyah bahwa seperti itulah pesan dari Syekh Mukhtar kepada Jokowi. Lalu apakah maksud dari pesan tersebut?
Mari kita bagi kalimat pesan tersebut dalam 3 bagian. Bagian pertama, yaitu:
RAKYAT INDONESIA INGIN MEMILIKI INDONESIA
Dalam Al Qur-an Surat Al Baqoroh Ayat 22:
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًۭا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءًۭ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًۭا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًۭا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
"(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Alloh, padahal kamu mengetahui."
Ayat tersebut menerangkan bahwa bumi dan isinya diciptakan oleh Alloh SWT untuk manusia. Dalam masa penciptaannya pun, Alloh SWT terlebih dahulu menciptakan alam semesta, baru menciptakan manusia untuk menghuni alam yang sudah lebih dulu disiapkan untuk manusia.
Begitupun tanah air yang kita tinggali ini, tanah air Indonesia. Sebagai rakyat Indonesia, kita berhak untuk memiliki Indonesia.
RAKYAT INDONESIA INGIN MENIKMATI INDONESIA
Tak cukup hanya hak milik, tapi rakyat Indonesia juga patut mendapatkan kenikmatan dengan memiliki Indonesia. Sesederhana tinggal dengan layak dan nyaman di atas tanahnya, makan dari hasil buminya dan minum airnya, serta menjalankan aktifitas sehari-hari tanpa gangguan. Itu adalah suatu kenikmatan.
RAKYAT INDONESIA INGIN MENSYUKURI INDONESIA
Atas karunia dan nikmat dari Alloh berupa tanah air Indonesia, rakyat Indonesia juga patutlah mensyukuri Indonesia. Sebagaimana dalam Al Qur-an Surat An Nahl ayat 114:
فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّا شْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْـتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Alloh, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
Syukur adalah titik bertemunya antara cinta Alloh kepada hambanya dan cinta manusia kepada Tuhannya. Manifestasi dari rasa syukur itu, akan terwujud rasa cinta kepada tanah air Indonesia. Dan cinta tanah air, adalah benteng suatu negara. Syekh Mukhtar kerap menegaskan:
“Tanpa cinta tanah air, robohlah negara itu”.
Maka apabila seluruh rakyat Indonesia memiliki rasa cinta tanah air, akan terwujud Indonesia Raya yang aman, damai dan tenteram. Serta negara Indonesia akan menjadi negara yang kokoh dan kuat. Namun, sebelum itu terwujud, rakyat Indonesia harus melalui tahap memiliki dan menikmati Indonesia.
Lalu apakah korelasi dan juga maksud pesan ini disampaikan kepada Jokowi, yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden RI?
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur