ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
40 Tahun Berdiri, THGB Jadi Pionir Pendidikan Keimanan dan Kebangsaan
10 September 2024 07:00

THGB DARI MASA KE MASA
Awal THGB didirikan hanya memiliki 3 tingkatan yakni tingkat 1, 2 dan 3, dibagi berdasarkan usia. Usia paling kecil masuk tingkat 1 dan 2, dan usia remaja dan usia menuju dewasa masuk di tingkat 3. “Jadi dulu itu campur semua, adaptasinya cukup lama sampai bisa menyesuaikan tingkat sesuai usia anak-anak”, ungkap Bu Nur Rosyidah, salah satu dari 12 guru pengajar angkatan pertama.
Bu Laily Syarifah, salah satu peserta angkatan pertama yang kini sudah menjadi guru di THGB menyatakan bahwa THGB yang dulu dengan sekarang terus mengalami peningkatan dan perkembangan yang cukup signifikan, “dari segi administrasi dan fasilitas sekarang lebih tertata”, ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, berawal dari 3 tingkat, berkembang lagi jadi 9 tingkat, berkembang lagi jadi 12 tingkat. Sampai pada saat ini, THGB sudah memiliki jenjang pendidikan dimulai dari PAUD, Al Isti'daadu Lil Bustanil Ula atau disingkat IBU (TK/KB), Bustan Ula (SD), Bustan Tsani (SMP), Bustan Tsalits (SMA), Al Isti’daadu Lil Maqooshidil Qur-aanil Mubiin (IMQ/setara kuliah) dan Madrasah Linailil Minal Maqooshidil Qur-aanil Mubiin (jenjang tertinggi di THGB). Menurut data, rentang waktu tahun 1437 H sampai 1446 H jumlah murid terdaftar hampir 4ribu peserta didik.
THGB lahir di lingkungan Tashawuf, pastilah memiliki tujuan yang juga bernafaskan Tashawuf. Tujuan pendidikan THGB ialah menjadi Abdan Syakuro atau hamba yang bersyukur. Sebagai penunjang utama proses menuju Abdan Syakuro, Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa’ Mu’thi menyusun kitab khusus bagi murid-murid THGB yang dikenal dengan sebutan kitab INDUK, yang mana secara garis besar kitab Induk sejumlah 6 mata pelajaran tersebut berisi kesadaran berbangsa (pendidikan Cinta Tanah Air) dan kesadaran beragama (pendidikan keimanan). (OPSHID MEDIA)
---------------
Sumber:
- Wawancara Ibu Nur Rosyidah, Ibu Tahvivachul Mafa'idah dab Ibu Laily Syarifah.
- Buku Sastro Jendro Hayuningrat Pangruwating Bawono, terbitan Al Ikhwan.
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman