Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

40 Tahun Berdiri, THGB Jadi Pionir Pendidikan Keimanan dan Kebangsaan

10 September 2024 07:00

40 Tahun Berdiri, THGB Jadi Pionir Pendidikan Keimanan dan Kebangsaan

DASAR DAN MAKNA NAMA THGB

Secara bahasa, Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat memiliki arti pada tiap suku katanya; Tarbiyyah artinya Pendidikan, Hifdhul artinya Penjagaan, Ghulam artinya Anak laki-laki dan Banat artinya Anak perempuan.

Secara pengertian, Tarbiyyah (pendidikan) menurut kitab Al Mufrodat Al Fadhil Qur-aan ialah menumbuhkan sesuatu setingkat demi setingkat sampai kepada tingkat sempurna. Adapun nama Hifdhul Ghulam Wal Banat, disampaikan oleh Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa’ Mu’thi pada Pengajian malam Jum’at tahun 1423 H / 16 Oktober 2002, kitab Sastro Jendro Hayuningrat Pangruwatin Bawono terbitan Al Ikhwan menyebutkan bahwa pemberian nama Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat bersumber dari Al Qur-aan dan Hadits.  

  • Dalam Al Qur-aan, tersebut dalam surat Ash – Shofat ayat 100-101 tentang kisah Nabi Ibrohim: Fabassyarnahu Bi ghulaamin Chaliim, yang artinya “Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak (laki-laki) yang sangat santun”.
  • Dalam hadits Rosululloh SAW menerangkan bahwa, menjaga anak kecil ibarat mengukir di atas batu, akan tetapi menjaga anak yang sudah besar ibarat mengukir di atas air.

Pada umumnya, lembaga pendidikan berlomba-lomba untuk mencetak generasi yang pintar akalnya, sampai lupa untuk mendidik hati dan jiwa anak didiknya. Jangan kaget jika banyak orang pintar, tapi tidak selaras dengan budi pekertinya. Terpampang nyata dari contoh yang berkeliaran; banyaknya koruptor yang merajalela, mereka orang yang pintar akalnya, namun tidak dengan hatinya. Sebab, jika hatinya terdidik dan terjaga, maka tidak akan terlintas dalam benaknya untuk mengambil hak orang lain. Artinya, pendidikan dan penjagaan yang paling dibutuhkan oleh peserta didik sebagai dasar paling awal untuk pegangan hidup ialah yang mengutamakan mendidik hati dan jiwa. Sebagaimana sabda Rosululloh SAW, “Ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati”. (HR. Bukhori wa Muslim).

Konsep inilah yang diterapkan di THGB, bahwa sasaran pendidikan adalah menjaga fitroh taqwa yang ada di dalam jiwa anak didik. inilah yang disebut Hifdhul Ghulam wal Banat.

Penulis: Nuraida

Editor: Sa’adatush S.