Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

40 Tahun Berdiri, THGB Jadi Pionir Pendidikan Keimanan dan Kebangsaan

10 September 2024 07:00

40 Tahun Berdiri, THGB Jadi Pionir Pendidikan Keimanan dan Kebangsaan

Tinggal menghitung hari dari terbitnya tulisan ini, Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat atau THGB akan mencapai usia ke 40 tahun (berdasarkan kalender hijriyyah). Penulis akan mengajak pembaca untuk mengenal THGB, sebuah lembaga pendidikan di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman – Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia -  Losplos Jomja Iroja.

BERDIRINYA THGB

jurnal thgb 1.webp (225 KB)

Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat didirikan oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa’ Mu’thi pada hari Isnen Legi, 12 Robi’ul Awwal 1406 H / 25 November 1985 M di Ds. Losari, Kec. Ploso, Kab. Jombang – Jawa Timur.

Ada kisah menarik di balik berdirinya THGB. Disampaikan oleh Ibu Tavivachul Mafa’idah salah satu pengajar angkatan pertama di THGB yang melalui proses penataran langsung oleh Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa’ Mu’thi, “ceritanya itu, kan waktu itu Mas Bechi (sapaan akrab Bapak M. Subchi Azal Tsani, Pimpinan Wali Talqin Shiddiqiyyah dan Ketua Umum OPSHID FKYME—red) mau berangkat sekolah ke Rejoagung, sudah dipesankan becak untuk berangkat tapi tidak mau. Akhirnya Pak Kyai (Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Ayahanda Mas Bechi—red) cari cara supaya Mas Bechi mau sekolah, terus ya... jadilah THGB ini”. Kenang Bu Chul, sapaan akrab Ibu Tavivachul Mafa’idah.

Barulah setelah THGB resmi berdiri, Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah berbondong-bondong mendaftarkan putra-putrinya ke THGB, bahkan ada yang pindah dari sekolah di kotanya masing-masing untuk sekolah di THGB. “Waktu itu, ada 100 murid baru. Kelas tidak cukup, karena hanya menyiapkan satu lokal saja, enggak kebayang kalau membeludak yang daftar”. Ungkap Bu Chul.

Kala itu, tidak hanya pendaftaran murid saja yang membeludak. Menurut kesaksian Bu Chul, sebelum pendaftaran murid baru dibuka, diadakan penataran atau pelatihan calon guru yang berlangsung selama 7 hari, tepat pada hari ke 7 waktu malam hari, peserta terpilih mendapat surat tugas untuk praktik mengajar, yang mana dari 90 peserta terdaftar hanya 12 peserta yang terpilih untuk menjadi pendidik di THGB. Di antara 12 pendidik tersebut, ada 4 pendidik yang masih aktif mengajar di THGB, yakni Ibu Ummi Layyinati, Ibu Nur Rosyidah, Ibu Umarotu Thoyyibah, dan Ibu Tavivachul Mafa’idah.

Penulis: Nuraida

Editor: Sa’adatush S.