ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
86 Milyar Untuk Rumah Gratis Sejak 2002
30 Juni 2024 17:00

Alih-alih hanya membangunkan rumah, dengan totalitas Jam'iyyah Thoriqoh Shiddiqiyyah juga memberikan fasilitas perabotan seperti dipan dan kasur, TV, kipas angin, sofa, dan peralatan rumah tangga lainnya. Maka penerima rumah tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun bahkan untuk relawan pembangunan maupun konsumsi. Semuanya itu merupakan hasil dari kesadaran dan gotong royong warga Thoriqoh Shiddiqiyyah.
”Sumber dananya dari warga Shiddiqiyyah, walau mungkin ada simpatisan. Tapi mayoritas warga Shiddiqiyyah. Ada yang nabung ada yang seadanya, dana simpatisan presentasenya kecil sekali, kalau warga Shiddiqiyyah di atas 90%. Sumber dana tidak dari desa, partai, intansi perusahaan, atau luar negri, semuanya murni dari kesadaran warga Shiddiqiyyah” jelas Bapak Nur Hadi.
Melalui petunjuk dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa, jama'ah Thoriqoh Shiddiqiyyah bergerak atas nama Thoriqoh Shiddiqiyyah mengajak untuk seluruh rakyat Indonesia untuk sadar akan mencintai tanah airnya melalui pembangunan Rumah Syukur.
”Pembangunan Rumah Syukur Ini bukan mengajak untuk masuk ke Shiddiqiyyah, mau mereka nanti masuk atau tidak itu hak mereka, bukan tujuan kita. Yang kita bangunkan warga negara Indonesia apapun sukunya, apapun agamanya. Kalau dikatakan dakwah ya dakwah, tetapi dakwah untuk mengajak cinta tanah air”, tegas bapak Nurhadi.
Data tersebut belum termasuk 132 unit Rumah Syukur yang saat ini sedang dalam proses pembangunan dalam rangka mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke - 79 pada tahun 2024. Maka apabila akumulasi biaya untuk Rumah Syukur tahun ini dimasukkan, maka bisa diperkirakan angka tersebut akan hampir menyentuh 100 miliar rupiah. (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan