ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
86 Milyar Untuk Rumah Gratis Sejak 2002
30 Juni 2024 17:00

Sejak 2002, Shiddiqiyyah telah konsisten membangun monumen cinta tanah air di seluruh penjuru Indonesia. Monumen tersebut berbentuk Rumah Syukur yang dibangun gratis untuk masyarakat Indonesia yang berhak dan membutuhkan.
Program Rumah Syukur ini dilakukan setiap tahunnya, atau umumnya 2 kali dalam setahun. Yaitu dalam rangka mensyukuri Kemerdekan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI pada bulan Agustus, dan mensyukuri Hari Sumpah Pemuda pada bulan Oktober. Selain itu juga dalam rangka membantu korban bencana alam, tanpa memandang ras, suku ataupun agama.
Sudah terlaksana sejak tahun 2002, kegiatan pembangunan Rumah Syukur ini berawal dari bantuan bencana banjir di Situbondo yang akhirnya lestari hingga saat ini. Terhitung hingga 2023, telah dibangun 1.890 Rumah Syukur dengan biaya total sebesar Rp 86.981.515.300. Angka tersebut adalah akumulasi dari perkiraan biaya per unit Rumah Syukur yang kurang lebih sebesar Rp 70.000.000 sampai Rp 150.000.000
Disampaikan Bapak Nur Hadi selaku Bendahara DHIBRA Shiddiqiyyah Pusat, ”anggaran dana Rp 70.000.000 sampai Rp 150.000.000 per unit itu perkiraan, kalau dihitung dari awal sampai serah terima bisa segitu. Itu realisasinya bisa jadi kurang atau lebih”, jelas Bapak Nur Hadi.
Dengan total 86 miliar selama 21 tahun (2002-2023), maka rata-rata Shiddiqiyyah menyumbangkan sekitar 4,1 miliar setiap tahunnya.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan