ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Apa Hubungannya Peristiwa Isro’ Mi'roj Dengan Shiddiqiyyah? (Bagian 1)
01 Februari 2024 09:00

THORIQOH SHIDDIQIYYAH DICAP TIDAK MU’TABAROH
Rupanya, setelah nama Thoriqoh Shiddiqiyyah dimunculkan kembali oleh Kyai Mukhtar Mu’thi pada tahun 1959, timbul gejolak di dalam berbagai organisasi Thoriqoh. Hujan fitnah dan hujatan bertubi-tubi. Tak sedikit yang mengatakan jika Thoriqoh Shiddiqiyyah ghoiru mu’tabaroh, bukan jalur ajaran dari Nabi Muhammad SAW, silsilahnya terputus tidak sampai pada Nabi Muhammad SAW, kemursyidannya tidak jelas, tidak sah untuk diamalkan dan bahkan ada yang jelas-jelas mengatakan bahwa Thoriqoh Shiddiqiyyah adalah ajaran yang sesat. Alasannya sederhana, karena nama Thoriqoh Shiddiqiyyah tidak masuk pada deretan daftar nama-nama Thoriqoh yang diumumkan Organisasi JATMI (Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia) dan Organisasi JATMAN (Jami’iyah Ahlith Thoriqoh Mu’tabaroh An Nahdliyah).
Pada tanggal 23 Oktober 1967, para ulama’ Thoriqoh di Indonesia mengadakan Kongres Alim Ulama’ Ahli Thoriqoh Indonesia yang diselenggarakan di Pesantren Tegal Rejo Magelang Jawa Tengah. Dalam kongres tersebut memutuskan ada 43 Thoriqoh yang dianggap mu’tabaroh (sah), sedangkan Thoriqoh Shiddiqiyyah tidak termasuk di dalam 43 Thoriqoh mu’tabaroh tersebut. JATMI dan JATMAN memutuskan dalam mukhtamar/kongresnya bahwa Thoriqoh Shiddiqiyyah itu tidak mu’tabaroh.
Lantas bagaimana tanggapan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dengan adanya pernyataan tersebut?
Dikutip dari Buku “Thoriqoh Shiddiqiyyah hidup-tumbuh-berkembang-dengan bijaksana”, Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi dalam berbagai kesempatan, baik pun dalam forum pengajian maupun dalam buku-buku yang disusun beliau, seringkali memberikan pedoman dan etika bagi murid-murid Shiddiqiyyah dalam menyikapi tuduhan-tuduhan yang menganggap Thoriqoh Shiddiqiyyah tidak mu’tabaroh. Ada beberapa pedoman-pedoman yang diberikan Mursyid dalam buku tersebut. Salah satunya:
“Bagi saya (Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah) soal penilaian mereka terhadap Thoriqoh Shiddiqiyyah, mu’tabaroh atau tidak mu’tabaroh, itu hak mereka. Orang boleh menilai Thoriqoh Shiddiqiyyah itu sah atau tidak sah, akan tetapi yang jelas Thoriqoh Shiddiqiyyah ada dan dapat sambutan dari masyarakat luas. Mereka tidak mungkin bisa membantah akan adanya dan perkembangannya. Malahan mereka memperhatikan, mengamati, membicarakan soal Thoriqoh Shiddiqiyyah. Dan saya sebagai Pimpinan Thoriqoh Shiddiqiyyah mengucapkan terimakasih kepada mereka semuanya yang ikut membantu perkembangan Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui penilaian-penilaian yang negatif, karena dengan pemberitaan tersebut Shiddiqiyyah cepat tersebar, yang asalnya tidak mengetahui Thoriqoh Shiddiqiyyah kemudian menjadi tahu.
Adapun soal Thoriqoh Shiddiqiyyah mu’tabaroh atau tidak mu’tabaroh bukan terletak pada penilaian orang, akan tetapi terletak pada ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah itu sendiri. Thoriqoh Shiddiqiyyah adalah ajaran Islam, dan sumber pokok ajaran Islam itu ialah Kitabulloh dan Hadits Rosululloh. Apabila ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah itu bertentangan dengan Al Quran dan Al Hadits, maka jelaslah ia ajaran yang tidak benar, tidak mu’tabaroh, tidak sah, meskipun banyak orang yang mengatakan Thoriqoh Shiddiqiyyah itu benar. Sebaliknya apabila ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah itu cocok dengan Al Quran dan Hadits Rosululloh, maka ia ajaran yang benar, yang mu’tabaroh, yang sah, meskipun banyak orang yang mengatakan Thoriqoh Shiddiqiyyah itu dikatakan tidak mu’tabaroh. Jadi hakekatnya yang mempunyai hak mengatakan benar atau tidak, sah atau tidak, mu’tabaroh atau tidak, adalah Al Quran dan Hadits Nabi, bukan keputusan Kongres Thoriqoh".
Bagi pimpinan Thoriqoh Shiddiqiyyah, soal mu’tabaroh atau tidak mu’tabaroh nya suatu Thoriqoh bukan terletak pada namanya, bukan terletak pada banyak atau sedikitnya pengikut, dan bukan terletak pada keputusan kongres Thoriqoh, bukan juga terletak pada tenarnya nama suatu Thoriqoh. Akan tetapi terletak pada cocok atau tidaknya Thoriqoh itu sendiri dengan Al Quran dan Hadits Nabi.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur