ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Apa Hubungannya Peristiwa Isro’ Mi'roj Dengan Shiddiqiyyah? (Bagian 1)
01 Februari 2024 09:00

UPAYA KYAI MOCH. MUKHTAR MU'THI DALAM MENGEMBALIKAN NAMA THORIQOH SHIDDIQIYYAH
Setelah 1000 tahun lebih nama Shiddiqiyyah tenggelam akhirnya dimunculkan Kembali oleh Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi yang mendapat amanat dari gurunya yang bernama Syeikh Syu’eb Jamali untuk mengembalikan nama Thoriqoh Shiddiqiyyah. Berawal dari pertemuan kali pertama antara Kyai Mukhtar dengan Syeikh Syu’eb yang berlangsung di masjid Agung Banten sekitar tahun 1952-an, kemudian dilanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya di daerah Kaseman Banten dan daerah-daerah yang lain.
Di daerah Kaseman inilah Kyai Mukhtar pertama kali dibai’at oleh Syeikh Syu’eb masuk ke dalam Thoriqoh Kholwatiyyah. Thoriqoh inilah yang selanjutnya beralih nama menjadi Thoriqoh Shiddiqiyyah. Karena menurut Syeikh Syu’eb bahwa nama Thoriqoh yang beliau ajarkan kepada Kyai Mukhtar memang Thoriqoh Kholwatiyah. Akan tetapi dilihat dari aspek kesejarahan sesungguhnya Kholwatiyyah bukanlah nama asli dari Thoriqoh yang beliau ajarkan. Adapun nama yang sesungguhnya adalah Shiddiqiyyah.
Oleh karena itu, Syeikh Syu’eb mengamanatkan kepada kyai Mukhtar, kelak di kemudian hari apabila telah memiliki kekuatan dan kemampuan, agar mengembalikan nama Thoriqoh Kholwatiyyah menjadi Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Terkait dengan permintaan untuk melakukan perubahan nama Thoriqoh tersebut, Syeikh Syu’eb meminta kepada Kyai Mukhtar untuk menela’ah kitab “Tanwirul Qulub Fi Mu’amalati Allamil Ghuyub” yang disusun oleh tokoh Thoriqoh Naqsabandiyyah Syeikh Najmuddin Amien Al Kurdi. Dari kitab tersebut Kyai Mukhtar dapat memahami mengapa harus ada perubahan nama dari Kholwatiyyah menjadi Shiddiqiyyah. Atas amanat Syeikh Syu’eb tersebut Kyai Mukhtar pun berusaha mengembalikan nama Thoriqoh Shiddiqiyyah, yang tentunya memiliki proses yang sangat panjang.
Dalam buku Sejarah Thoriqoh Shiddiqiyyah Fase Pertama diterangkan bagaimana proses Kyai Mukhtar Mu’thi mengembalikan nama Shiddiqiyyah. Beliau tidak serta merta langsung memperkenalkan nama Thoriqoh Shiddiqiyyah secara langsung kepada para murid pertama.
- Pada awalnya beliau memperkenalkan ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah kepada murid-murid beliau dengan nama Ilmu Haq Layar Tujuh Pati. Adapun sumber penamaan Layar Tujuh Pati tersebut berasal dari Al Qur’an surat Al -Mu’minun.
- 3 tahun kemudian, sekitar tahun 1963, nama tersebut diubah menjadi Ilmu Haq Shiddiqiyyah.
- Pada tahun 1967 dirubah lagi menjadi Thoriqoh Kholwatiyyah Shiddiqiyyah. Nama ini terus digunakan, hingga terciptanya lambang pada tanggal 4 April 1972 dimana nama Kholwatiyyah ditinggalkan sehingga namanya menjadi Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Di dalam buku Thoriqoh Shiddiqiyyah Hidup-Tumbuh-Berkembang-dengan Bijaksana yang disusun oleh Ikhwan Roudlur Riyahin Minal Maqooshidil Qur-anil Mubiin diterangkan bahwa sebenarnya Syeikh Moch. Mukhtar Mu’thi itu tidak mendirikan Thoriqoh baru seperti yang dituduhkan beberapa kalangan pada masa itu. Akan tetapi Beliau mengembalikan nama Thoriqoh Shiddiqiyyah yang sudah berganti menjadi beberapa nama, dan dikembalikan lagi sebagaimana nama aslinya yaitu “Thoriqoh Shiddiqiyyah”.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur