ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hanya Shiddiqiyyah yang Berhasil Memancarkan Sumber Air di Pesantren At Taqwiim
03 Februari 2024 18:30

“Relawan semuanya luar biasa, pelaksana dari pusat, juga dukungan dari warga Bali. Relawan hanya berbekal restu dari beliau, Ketua Umum, semangatnya luar biasa. Seperti proses 4 hari, yang hanya mendapatkan 11 cm. Hal yang luar biasa, cerita yang unik tapi nyata”, kagum Pak Taufiq.
Dalam sejarah OPSHID, kegiatan sosial seperti pengadaan air rutin dilaksanakan. Namun, hanya menghabiskan waktu 3-4 bulan saja. “Di Bali berbeda, saya juga merasakan perbedaannya. Medan perjuangannya lebih besar, jadi penuh tantangan. Alchamdulillah, 12 teman-teman OPSHID tak kenal siang malam selama setahun lalu, hanya rolling saja. Tim 12 itu hebat, tidak pernah mengeluh sama saya.”
Atas Ridho Sang Guru, dan dukungan Ketua Umum OPSHID, teman-teman termotivasi untuk memberikan pelayanan yang totalitas. “Pada saat gagal di kedalaman 60 M teman-teman hampir putus asa, pak ini lanjut atau tidak. Kita tidak ada alasan untuk menyerah, kita tujuannya untuk pengadaan air bersih. Itu belum selesai kok pulang, ini alatnya putus pak, sudah beli lagi”, lanjut Pak Taufiq dengan semangat menceritakan perjuangan teman-teman OPSHID.
Ketika Shiddiqiyyah akan berangkat ke acara Tasyakuran Serah Terima, Sang Guru memberikan Mauidhotul Chasanah. Pak Taufiq menjelaskan isi dari Mauidhoh tersebut, “Beliau menyampaikan hadits, bahwa sebaik-baik shodaqoh ialah shodaqoh air, dan air itu sumbernya nikmat. Dalam bertassawuf, ambil hikmahnya, bukan jerih payahnya selama satu tahun, tapi apa kemanfaatan yang didapat dari jerih payah tersebut, yakni bisa memberikan kemanfaatan puluhan tahun untuk kebutuhan hidup, itu yang paling diharapkan”.
Sebagai salah satu bentuk nyata bahwa Shiddiqiyyah juga ikut melestarikan pesantren lain, agar bisa bersama-sama menikmati anugerah terbesar yakni air suci yang menyegarkan. Tidak hanya membantu kepada sesama Shiddiqiyyah saja. Akan tetapi, kepada seluruh kalangan masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan adanya air bersih ini para santri bisa khusyuk beribadahnya, memudahkan dalam menuntun ilmu, masyarakat bisa menikmati air bersih. Tidak menutup kemungkinan santrinya bertambah dan pesantren bisa berkembang pesat”, harap Pak Taufiq.
Program ini tentu tak lepas dari peran besar Bapak M. Subchi Azal Tsani, “Saya salut dengan OPSHID, dukungan Ketua Umum yang hebat. Beliau kalau memberi motivasi kepada kita. Kalau sudah berjalan jangan ditinggalkan, selesaikan. Bisa tidak bisa harus bisa, mau tidak mau harus mau. Itu yang paling penting bagi kita, untuk tidak mudah putus asa dalam mencapai tujuan yang mulya”, Jelas Pak Taufiq.
Dengan Berkat Rochmat dari Alloh, dan dengan perjuangan tanpa kenal lelah yang selalu diajarkan dan ditekankan oleh Bapak Subchi itulah, yang akhirnya membuahkan hasil manis untuk santri Pesantren At Taqwiim dan warga di Desa Bukit. Semoga dengan mengalirnya air segar ke Pesantren At Taqwiim, dapat mengalir pula manfaat serta berkah yang melimpah ke segala penjuru, baik bagi yang menerima maupun yang melaksanakan. (Opshid Media)
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur