ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hanya Shiddiqiyyah yang Berhasil Memancarkan Sumber Air di Pesantren At Taqwiim
· 6 menit baca
Di tengah krisis air tak berkesudahan dan pengeboran yang tak juga berhasil, pada suatu waktu, turun hujan di Pesantren selama 2 hari, yang disambut bahagia oleh para santri. Namun malamnya, hujan 2 hari itu menyebabkan bencana longsor. Akibat dari bencana itu, 1 santriwati meninggal dunia, dan 1 lainnya patah tulang. OPSHID bertindak mengevakuasi santri terkait bencana tersebut.
Tak jarang pula lembaga berkenan memberikan bantuan air. Namun, karena faktor geografis, proyek bantuan seringkali memakan waktu serta biaya yang banyak. Hingga akhirnya, program tersebut putus di tengah jalan. Hanya Shiddiqiyyah yang tetap gigih untuk mewujudkan sumber air di At Taqwiim.
Selama setahun proses pelaksanaan, biaya yang dihabiskan mencapai sekitar 400 juta rupiah. Sumber biaya sebagian besar didapatkan dari OPSHID, didukung oleh DHIBRA, dan warga Shiddiqiyyah di Bali.
Subchaanalloh, Alchamdulillah, Astaghfirulloh, Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa, setahun perjuangan proyek tersebut berbuah manis pada Bulan Rojab 1445 H. Penantian sumber air bersih santri At Taqwiim pun berakhir. Pada Selasa, 18 Rojab 1445 H / 30 Januari 2024 M terlaksana acara Tasyakuran dan Serah Terima sumur bor.

“Bentuk serah terima, hanya melalui lisan, nanti akan diadakan pembuatan prasasti yang ditandatangani oleh Ketua Umum OPSHID. Karena kita sudah mendapatkan restu dari Sang Maha Guru”, ungkap Pak Taufiq.
Seluruh santri menangis bahagia, tanda rasa syukur mereka yang tidak terungkap dengan kata-kata. Begitu air siap dipakai, para santri langsung bergegas menikmati deras dan jernihnya air tersebut. Masyarakat sekitar juga turut bahagia dan bersyukur, karena permasalahan ini bisa teratasi.
Selain di Pesantren At Taqwiim, terdapat 77 Kartu Keluarga (KK) di desa tersebut yang juga mengalami krisis air dan ikut terbantu dengan adanya sumber air yang dibor oleh Shiddiqiyyah. Menurut Bpk Taufiq, “alasan kenapa kita memilih untuk melakukan pengeboran air disini adalah kita mempertahankan pesantrennya supaya berkembang. Juga sudah sepakat oleh kepala dusun, bahwa selebihnya sumber air ini akan dimanfaatkan juga untuk warga sekitar”.
Bapak Ali Misbah selaku Pengasuh di Pesantren At Taqwiim menyampaikan rasa terima kasihnya, ”Menerima apa yang diserahkan tadi, insyalloh bersedia untuk memanfaatkan dan merawat dengan sebaik baiknya untuk kemanfaatan kebutuhan air bersih bagi santri dan masyarakat. Atas berhasilnya perjuangan yang sangat panjang, untuk mendapatkan sumber air bersih di Pondok Pesantren At Taqwiim ini. Untuk itu, pertama kami dari keluarga besar At Taqwiim menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya”.
- Rumah Gratis OPSHID untuk Ludzfi, Lulusan Pondok yang Mengabdi Lewat BTQ
- Kretek Untuk Masyarakat: Sehat Tentrem Bangun Puluhan Rumah Gratis
- Kretek Mematikan, Mematikan Bagi Siapa?
- Dukung Rumah Gratis OPSHID, 2 Batalyon Brimob Pekalongan Turun Membantu
- Syukuri Sumpah Pemuda, Para Pemuda Ini Bangun 59 Unit Rumah Gratis
- Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf
- Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi Terima Rumah Gratis dari OPSHID
- Pembangunan Rumah Gratis Yang Hadir Membawa Nilai Keimanan dan Kemanusiaan
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID