ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Syukuri Hari Lahir Mas Bechi, OPSHID Probolinggo Bangun Rumah Warga Yang Terlahap Api
27 Januari 2024 17:00

PROBOLINGGO - Minggu lalu (15/01/2024), sebuah peristiwa naas terjadi di pemukiman padat penduduk, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo. Kebakaran yang diakibatkan korsleting listrik menimpa kediaman Bapak Sentot, warga yang tinggal di daerah tersebut. Kobaran api menyebabkan rumah Pak Sentot ludes terbakar.
Peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 02.00 WIB, bermula dari listrik padam di rumah Pak Sentot. Kemudian tak disangka-sangka, timbul bara api dari atas rumah. Bangunan rumah yang terbuat dari triplek juga menjadi salah satu penyebab rumah cepat terbakar.
Sementara ini, keluarga Pak Sentot hanya mendapatkan bantuan 2 terpal dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Karena dianggap kebakaran tidak ditimbulkan oleh alam, tetapi kelalaian dari tuan rumah.
Menanggapi peristiwa tersebut, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) dan Komunitas Sehat Tentrem (ST) Probolinggo melaksanakan program Tanggap Bencana. Setelah menerima informasi terkait bencana tersebut, OPSHID Probolinggo berinisiatif membangunkan rumah. Dengan sigap OPSHID langsung mengkonfirmasi kepada Ketua RW dan mensurvey rumah tersebut pada hari Minggu (22/01/2024).
“Setelah konfirmasi itu, dulur-dulur OPSHID kami kumpulkan, disertai koordinasi singkat. Kemudian membelikan bahan material yang dikerjakan, juga untuk konsumsi relawan. Dan Alchamdulillah dari RW itu guyub, mau menggerakkan warga sekitar untuk membantu”, keterangan dari Pak Erfanes selaku Ketua DPD OPSHID Probolinggo.
Atas gotong royong jiwa-jiwa OPSHID dan Komunitas ST, disertai kolaborasi antar warga setempat, pembangunan rumah dilaksanakan pada Kamis (25/01/2024), melanjutkan pembangunan setelah sebelumnya dimulai oleh gotong royong warga sekitar.
Dikarenakan rumah total habis terbakar, dan jumlah anggota keluarga Pak Sentot yang tak sedikit, OPSHID memberikan 4 fasilitas kamar tidur. Selama 2 hari berlangsung, tahap pengerjaan kini sampai pada plesteran dinding, pemasangan atap asbes, dan instalasi listrik. Sehingga rumah sudah bisa ditempati walaupun dalam kondisi yang belum sempurna.
Target waktu pembangunan kira-kira 7-10 hari, dengan menganggarkan dana sebesar 10 juta, yang terkumpul dari kesadaran jiwa-jiwa OPSHID.
“Nanti melihat dari perkembangan selama satu Minggu, apakah sudah layak ditempati? Sekaligus kami berencana akan memberikan 2 kasur dan kelengkapan perabotan rumah lainnya", jelas Pak Erfanes.
Program kemanusiaan “Tanggap Bencana” yang dilaksanakan oleh OPSHID ini, tak lepas dari bimbingan Ketua Umum OPSHID FKYME Bapak M. Subchi Azal Tsani yang menekankan supaya totalitas dalam pengabdian kepada tanah air. Oleh sebab itu, pembangunan rumah ini atas dasar mensyukuri hari kelahiran Bapak M. Subchi Azal Tsani, yang bertepatan pada Jum’at Pahing.
Begitupun yang disampaikan Pak Erfanes terkait latar belakang program “Sebagai jiwa-jiwa OPSHID, dengan bimbingan beliau, kami mewujudkan dalam bentuk tanggap bencana. Juga sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap sesama”, ungkapnya
Sebagaimana ikhtiar OPSHID dalam memfaktakan cinta tanah air. Dengan membawa kontribusi yang nyata bagi korban bencana kebakaran, yakni memberikan kehidupan yang layak. Terkait mewujudkan cita-cita besar untuk Indonesia Raya.
Harapan dari Pak Erfanes, semoga Pak Sentot bisa menikmati rumah yang dibangunkan oleh OPSHID dan tinggal baik dengan keluarga. Selain itu, jiwa-jiwa OPSHID senantiasa melestarikan program ini, dan pemerintah bisa memberikan bantuan yang terbaik bagi setiap korban bencana. (Opshid Media)
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur