Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Penjual Cilok di Purbalingga, Terima Rumah Gratis Dari Organisasi PCTA Indonesia

25 Januari 2026 11:30

Penjual Cilok di Purbalingga, Terima Rumah Gratis Dari Organisasi PCTA Indonesia

PURBALINGGA - Dalam rangkaian Tasyakkuran Hari Pahlawan 10 November 2025, Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) berhasil merampungkan dan menyerahkan bantuan "Rumah Syukur" kepada Kismanto (60), seorang penjual cilok sekaligus takmir Mushola Baiturahman di Desa Karangjambe, Kecamatan Padamara, Purbalingga, Jawa Tengah, pada Kamis (22/1/2026). Pembangunan rumah ini merupakan hasil gotong royong organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah Purbalingga dan menghabiskan biaya lebih dari 100 juta rupiah.

Acara serah terima Rumah Syukur ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah unsur Muspida, tokoh masyarakat, serta perwakilan lintas agama, menandakan dukungan penuh terhadap inisiatif kepedulian sosial tersebut.

9243ed96-8e6b-4a95-8546-74d5a519446c.jpeg (302 KB)

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Purbalingga diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Trigunawan Setiadi, SH., MH. Hadir pula unsur Muspika Kecamatan Padamara, di antaranya Camat Tri Wibowo S.E, Kapolsek Iptu Siswanto, SH, Danpos Ramil Peltu Mujiono, serta Pasi Intel Kodim 0702/pbg Kapten Inf. Iwan Ismantoro.

Uniknya, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan tokoh agama lain di Purbalingga, seperti Budha, Kristen, Katholik, dan Konghucu, serta Sekretaris FKUB Purbalingga, Salim Efendi, dan Ketua Pepabri Kabupaten Purbalingga, Mayor Purn Cahyadi. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi kuat antara masyarakat, organisasi keagamaan, dan pemerintah daerah.

Trigunawan Setiadi, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam Pemkab Purbalingga atas peran aktif PCTA Indonesia dalam membantu masyarakat.

“Terima kasih sudah membantu pemerintah yang ada di Purbalingga, dalam membangunkan rumah salah satu warga Purbalingga sampai rumahnya jadi 100%,” terang Trigunawan.

Sementara itu, Ridwan, Bendahara Panitia Pembangunan Rumah Syukur PCTA Indonesia, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan kolaborasi aktif dari berbagai organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah yang berada di Purbalingga. Organisasi yang terlibat meliputi Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI), Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID), Organisasi Dhilal Berkat Rochmat Alloh Shiddiqiyah (DHIBRA), dan Organisasi Jam’iyyah Kautsaran Putri Hajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS), termasuk seluruh warga Shiddiqiyyah di Purbalingga yang menunjukkan antusiasme tinggi.

Kismanto terpilih sebagai penerima Rumah Syukur setelah melalui survei kondisi rumah yang sangat sederhana. Pembangunan rumah tersebut menghabiskan dana lebih dari Rp 100 juta, angka tersebut belum termasuk nilai tenaga kerja dan konsumsi yang dilakukan secara swadaya.

Ridwan menuturkan, respons awal dari penerima bantuan sangat luar biasa karena sempat diliputi ketidakpercayaan.

“Penerima awalnya tidak percaya sama sekali, mulai percaya setelah surat penandatanganan sampai akhirnya materialnya datang. Baru mereka benar-benar percaya. Setelah berjalannya pembangunan dan sampai selesai orangnya kagum luar biasa,” ujar Ridwan. Ia menambahkan bahwa saat serah terima, Kismanto sangat berterima kasih kepada organisasi PCTA Indonesia, khususnya yang berada di Purbalingga.

Antusiasme pembangunan Rumah Syukur ini tidak hanya dirasakan oleh para warga Shiddiqiyyah, melainkan juga warga sekitar Desa Karangjambe, hal itu terbukti dengan adanya warga sekitar yang ikut bergotong royong membantu proses pembangunan Rumah Syukur. Ridwan berharap, program sosial PCTA Indonesia di Purbalingga ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. “harapan kami pembangunan rumah syukur PCTA Indonesia di Purbalingga bisa berkelanjutan” pungkas Ridwan. (OPSHID MEDIA)

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Nuraida