ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Rumah Porak Poranda Diterjang Air Bah, Rumah Syukur ke-98 Dibangun di Lampung
05 November 2025 07:00
Lampung Timur – Alami musibah air bah yang terjadi kisaran hari Selasa (7/10) hingga Rabu (8/10), warga Dusun IV, RT 023/RW 004, Desa Pasir Sakti, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, terdampak kerusakan parah, khususnya rumah milik Sukardi (42) warga Shiddiqiyyah yang berada paling dekat dengan pantai. Bangunan rumah porak poranda, dinding dan isi rumah habis terbawa arus.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) di Lampung Timur segera turun ke lokasi. Dipimpin oleh Koordinator DPD OPSHID Lampung Timur, Eko Gianto, mereka melakukan peninjauan dan membantu penanganan darurat bagi keluarga Sukardi.
“Kondisi rumah beliau tinggal atapnya saja, bawahnya hilang semua. Rumah posisi doyong, tapi untuk dindingnya kan waktu itu masih pake GRC itu abis semua, dan pakaian pun hanyut berantakan isinya dalam rumah. Melihat kondisinya sangat darurat, kami langsung turun membantu,” jelas Eko Gianto.
Air bah tersebut tidak hanya berdampak pada warga Shiddiqiyyah, namun juga warga sekitar. Dalam penanganannya, warga dari berbagai latar belakang saling membantu tanpa memandang perbedaan. “Samping rumah Pak Sukardi itu warga Kristen. Waktu kami datang, mereka juga ikut membantu. Jadi kami saling gotong royong,” tambahnya.
Pasca-banjir, tim OPSHID dan warga melakukan pembersihan serta perbaikan rumah untuk tempat tinggal sementara, termasuk membantu kebutuhan dasar seperti pakaian dan lainnya. Sedangkan pembangunan rumah pada waktu itu masih menjadi usulan, hingga diterima oleh DPP OPSHID. Melihat lokasi lama yang rawan abrasi, disepakati memindahkan lokasi pembangunan rumah baru sekitar 4 kilometer dari titik awal ke tempat yang lebih aman.
“Waktu itu kita langsung benahi sementara, jadi kita belum ada tempat untuk memindahkan, jadi kita benahi dulu, kita tambal dulu, udah selesai baru kita pikir untuk memindahkan pasokan ke tempat yang lebih aman. Sekarang kita bangun di posisi yang kita pindahkan, sekitar 4 kilo dari lokasi,” ucap Eko.
Sukardi tinggal bersama istri dan dua anaknya — duduk di bangku SMA dan 5 SD. Ia dikenal sebagai warga Shiddiqiyyah yang aktif dan selalu mendukung kegiatan sosial seperti program Rumah Syukur, meski harus menempuh jarak hingga 3 jam ke lokasi kegiatan.
Untuk sementara, keluarga Sukardi masih menempati rumah lama sambil menunggu proses pembangunan rumah baru yang kini tengah berjalan, menunggu peresmian dan serah terima rumah syukur yang telah dibangun, baru melanjutkan pembangunan rumah Sukardi. Yang mana progres per hari ini (3/11) telah mencapai tahap penimbunan, pondasi dan persiapan rangka atap.
“Karena dari instruksi kita selesaikan dulu rumah syukur yang lama, nanti setelah sudah peresmian, serah terima, baru kita lanjut ke rumah syukur yang di tempat pak Sukardi,” jelasnya.
Pembangunan rumah baru dilakukan di atas tanah hasil kesepakatan bersama dan dibayar secara tempo. Beberapa bahan bangunan dari rumah lama juga dimanfaatkan kembali di lokasi baru. “Harapan kami, rumah syukur yang kedua ini bisa diberi kemudahan dan kelancaran supaya cepat terwujud dan bisa segera ditempati,” tutup Eko. (OPSHID Media)
- Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!
- Serah Terima Rumah Syukur Kemerdekaan Unit ke-136, OPSHID Bangun Dengan Desain Berbeda
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan