ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
· 5 menit baca · Diperbarui
JOMBANG — Bertepatan dengan bulan kemerdekaan dan datangnya bulan Robi’ul Awwal 1448 Hijriyah, Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah menggelar tiga acara sekaligus pada Kamis (20/8/2026). Tiga kegiatan yang berjalan bersamaan tersebut meliputi: Tasyakkuran Maulid Nabi Muchammad SAW, Haul Kyai Achmad Syuhada’, serta Tasyakkuran nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke-81.
Bertempat di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, ketiga hajat ini menjadi momen istimewa bagi Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta dalam semua rangkaian acara yang dilaksanakan sejak Rabu (19/8/2026), dimulai dengan khotmil Qur-an dan pembacaan Qulhu (Surat Al-Ikhlas) yang diikuti para santri dan jama'ah Shiddiqiyyah dari berbagai daerah.
Tradisi di bulan Maulud ini dilaksanakan untuk mentasyakkuri bulan kelahiran Rosululloh SAW, mengacu pada hadits Nabi yang artinya: “Barang siapa yang mengagungkan hari lahirku, aku pasti memberi syafaat pertolongan kepada orang tersebut nanti hari kiamat. Dan barang siapa yang menginfakkan, menshodaqohkan sedirham, uang perak setali, seakan-akan menshodaqohkan emas satu gunung untuk jihad fi sabilillah.”
Selain mengagungkan bulan kelahiran Nabi, juga diselenggarakan Haul Kyai Achmad Syuhada’. Beliau merupakan sosok pendiri Pesantren Kedung Turi, yang kini berkembang menjadi Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman di Losari, Ploso, Jombang, pusat Thoriqoh Shiddiqiyyah di bawah bimbingan Mursyid Syekh Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, yang merupakan cucu dari Kyai Achmad Syuhada’.
Jasa-jasa baik serta peninggalan Kyai Achmad Syuhada’ hingga kini terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dan Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Tak heran, setiap tahunnya para murid Shiddiqiyyah dari berbagai daerah berbondong-bondong menghadiri peringatan haul tersebut sebagai bentuk takzim dan rasa terima kasih atas limpahan kebaikan yang telah diwariskan oleh Mbah Syuhada’.
Sementara itu, untuk mentasyakkuri nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia sekaligus Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-81, pada malam yang sama dilaksanakan penyerahan piagam Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) kepada Koordinator Wilayah (Korwil) DHIBRA. Pada tahun ini, organisasi DHIBRA berhasil mengordinasikan pembangunan sebanyak 136 unit rumah layak huni yang diberikan tanpa dipungut biaya kepada masyarakat yang membutuhkan.
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari