ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Peletakan Batu Syukur: Selangkah Wujudkan Rumah Impian
14 September 2024 18:37
Memasuki tahap awalnya, suasana daerah-daerah di penjuru Indonesia seakan menggebu-gebu. Sebab pembangunan rumah syukur 80 unit persembahan OPSHID untuk masyarakat Indonesia telah dimulai.
Sabtu (14/09/2024) pukul 10.00, OPSHID secara serentak memulai programnya, ditandai dengan prosesi peletakan batu syukur pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-96.
Rumah Syukur kali ini memiliki target pembangunan selama kurang lebih 40 hari, bahkan ada yang kurang dari 40 hari bangunan sudah jadi. Inilah yang diyakini, tidak mungkin OPSHID sanggup membangun rumah terus-menerus, terlebih lagi belum genap sebulan ini baru selesai peresmian Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah. Mustahil ini terjadi tanpa adanya Berkat Rochmat Alloh, sebagaimana Bangsa kita meraih kemerdekaan.
Seperti biasanya, OPSHID dengan bantuan organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah mulai melaksanakan pembangunan secara bertahap dengan waktu yang terbilang cepat. Sumber dananya memang dari warga Shiddiqiyyah sendiri, namun OPSHID terbuka kepada masyarakat yang ingin ikut andil dalam program rumah syukur.
Ini pemandangan Indonesia yang seharusnya, yang merdeka, yang indah dalam hal berbagi kebaikan. Mengambil satu contoh, acara peletakan batu syukur di Rejoagung, selain dihadiri warga Shiddiqiyyah, juga dihadiri masyarakat sekitar, tokoh masyarakat, serta pemerintah setempat.

"Reaksi aparat atau koramil setempat tadi sangat mengapresiasi sekali dengan adanya pembangunan rumah syukur ini, karena ini bisa membangkitkan semangat cinta tanah air", jelas Prasetyo selaku Penanggung Jawab Pembangunan Rumah Syukur Rejoagung.
Muda hingga tua bergotong royong, prosesnya banyak diikuti dari pihak masyarakat maupun aparat setempat, untuk masyarakat yang membutuhkan, berbagi rasa kemerdekaan, untuk Indonesia Raya.
Pemuda Shiddiqiyyah, jiwa-jiwa yang diliputi semangat Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya, didorong rasa cinta kepada tanah air, geraknya dipenuhi syukur. Begitulah adanya, sekali merdeka tetap merdeka.
Melihat program kebaikan ini dapat terus lestari, Prasetyo menyampaikan harapannya, "Semoga dengan adanya program ini, mudah-mudahan Indonesia bisa semakin jaya, kuat, dan menjadi poros perdamaian dunia. Dan juga mudah-mudahan segenap jajaran organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah bisa semakin kompak, semakin jaya dan lestari" (OPSHID Media)
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Realisasikan Ajaran Al Qur-an, Santri MQ Wujudkan Syukur Menjadi Aksi Bangun Rumah
- Setetes Bakti untuk Bangsa dan Negara: Rumah Baru dari Pemuda Shiddiqiyyah Sidoarjo
- Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!
- Serah Terima Rumah Syukur Kemerdekaan Unit ke-136, OPSHID Bangun Dengan Desain Berbeda
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.