Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Lailatul Qodar, Satu Malam Lebih Baik Dari 1000 Bulan

19 April 2023 07:00

Lailatul Qodar, Satu Malam Lebih Baik Dari 1000 Bulan

JOMBANG - Di penghujung bulan Romadlon tepatnya pada hari Senin Pon, 27 Syahru Romadlon 1444 H / 17 April 2023 M lalu di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman, Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia - Losplos Jomja Iroja, tengah dilaksanakan Tasyakkuran Lailatul Qodar. 

“Yang utama dari umur manusia bukan panjang atau pendeknya angka, yang utama adalah isi umurnya. Lailatul Qodar ini cuma 12 jam, tapi lebih baik dari 80 tahun. Jangan disia-siakan,” Pitutur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa dalam Mau'idhotul Chasanah beliau pada acara Tasyakkuran Lailatul Qodar tersebut.

Lailatul Qodar 2.webp (413 KB)

Pengertian Lailatul Qodar menurut Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah ialah kemulyaan yang agung, yang mana letak agung tersebut terdapat dalam 'nilai' kemulyaan di malam Lailatul Qodar. Dari segi waktu hanya 12 jam, namun didalamnya mengandung nilai kemulyaan yang lebih baik dari 1000 bulan atau 80 tahun. 

Dapat disimpulkan bahwa makna Lailatul Qodar ialah nilai waktu, harga waktu, kemulyaan waktu serta keagungan waktu, bagi Alloh Ta’ala. Dan Lailatur Qodar itu bukan berupa emas, bukan perak, bukan berupa materi, melainkan nilai dalam waktu yang dilalui manusia dalam mengarungi lakon hidup.

Lailatul Qodar 1.webp (456 KB)

Pada acara malam itu juga, Bpk Khoirul Mudzakkir selaku perwakilan Organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah dalam sambutannya mengingatkan kembali mengenai persiapan pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang, yakni bulan kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

“Bahwa pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah ini merupakan event skala nasional, sehingga perlu diupayakan beberapa persiapan-persiapan. Bahkan beberapa daerah mulai mengumpulkan material pembangunan. Ini patut diapresiasi,” Terang Bpk Khoirul.

Selain itu, sebagaimana yang telah diketahui bahwa Shilaturrohmi, Santun dan Shodaqoh merupakan ciri khas Thoriqoh Shiddiqiyyah. Hal ini bukan sekadar wacana saja, melainkan fakta yang tak terbantahkan, yakni terbukti dengan terkumpulnya Shodaqoh Spontanitas senilai Rp114.968.427,- dalam waktu singkat, yang mana keperuntukan dari Shodaqoh Spontanitas tersebut, sebagai berikut:

  1. Pembangunan menara Pesantren Hayya ‘Alash Sholah Hayya ‘Alaal Falah (HSHF) di Pelabuhan Ratu.
  2. Pembangunan Jami’atul Mudzakkirin di Tajur Halang, Bogor.
  3. Kegiatan di Pesantren Majma'al Bachroin HWMI Shiddiqiyyah Pusat.
  4. Tasyakkuran Tahun Baru 1445 Hijriyyah di Balikpapan, Kalimantan Timur.
  5. Pembangunan Asrama Putra Murobitul Ghulam.

Tasyakkuran Lailatul Qodar berlangsung dengan khidmat tanpa kendala apapun, ribuan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah-pun tampak memenuhi area pesantren dan sekitarnya, yang mana secara tidak langsung juga memberikan dampak tersendiri bagi perekonomian masyarakat Ploso dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari antusias para pedagang kaki lima yang sudah bersiap membuka lapak dagangannya di sepanjang jalan Desa Losari sehari sebelum Tasyakkuran Lailatul Qodar berlangsung. (OPSHID MEDIA)  

Penulis: Maharani Dika Putri

Editor: Nuraida