Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Makna ‘Idhul Fitri menurut Thoriqoh Shiddiqiyyah

16 April 2024 17:00

Makna ‘Idhul Fitri menurut Thoriqoh Shiddiqiyyah

Dalam rangka Hari Raya ‘Idhul Fitri, Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia adakan jama'ah sholat ‘Idhul Fitri pada tanggal 1 Syawwal 1445 H yang jatuh pada Rabu Pahing (10/04/2024) lalu.

Ratusan Jam'iyyah Thoriqoh Shiddiqiyyah yang berada di sekitar Jombang, Wali Talqin Shiddiqyyah, Kholifah Shiddiqiyyah serta keluarga besar Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi turut menghadiri jama'ah sholat ‘Idhul Fitri yang diadakan di lapangan Matahari Terbit di dalam kawasan Pesantren.

Pada tahun ini jama'ah sholat ‘Idhul Fitri diimami langsung oleh Kholifatush Shiddiqiyyah Bpk. Tasrichul Adib Aziz, dan dilanjutkan dengan Khutbah oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa.

Jika kebanyakan orang awam mengartikan Hari Raya ‘Idhul Fitri sebagai hari perayaan atau kemenangan setelah menjalankan puasa satu bulan lamanya, namun lain halnya dengan Shiddiqiyyah.

Shiddiqiyyah memaknai ‘Idhul Fitri sebagai kembalinya manusia kepada fitrohnya atau sifat aslinya. Kembalinya manusia kepada futrohnya atau sifat aslinya setelah melalui proses berpuasa selama 1 bulan, melaksanakan sholat terawih, tadarus dan menunaikan Zakat Fitrah.

Seperti yang di sampaikan oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa dalam Khutbahnya, beliau menyampaikan bahwa ‘Idhul Fitri itu maknanya kembali kepada fitrohnya sebagai manusia, tatapi kebanyakan manusia tidak mengerti bagaimana kembali kepada fitrohnya.

"Idhul Fitri maknanya: ‘Idhul itu kembali, Fitri sifat asli manusia, kembali ke fitrohnya sebagai manusia. Sumber ayat Al-Qur’an yang menerangkan kembali kepada fitrohnya di surat nomor 30 di ayat nomor 30, namanya surat Romawi yang bunyinya

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ

Akhir ayat itu, 'tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti'. Tidak mengerti bagaimana kembali pada fitrohnya, sedikit sekali yang mengerti, kebanyakan jutaan manusia tidak mengerti".

Demikian sebagaimana dikutip dari Khutbah 'Idhul Fitri oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi.

Semoga Jam'iyyah Thoriqoh Shiddiqiyyah dimanapun berada, bisa meraih ‘Idhul Fitri dalam arti kembali kepada futrohnya atau sifat aslinya manusia.

Penulis: Maharani Dika Putri

Editor: Sa’adatush S.