ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Miliaran Rupiah Tersalurkan Dengan Tepat, DHIBRA Kembali Adakan Santunan Nasional Sampai Ke Luar Negeri
04 Oktober 2023 19:26

Ribuan kaum dhuafa dan anak yatim piatu se-Indonesia Raya memancarkan aura kebahagiaan melalui Santunan Nasional yang diadakan oleh Organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh Shiddiqiyyah (DHIBRA), Selasa Pahing (17/03/45 H) atau (03/10/23 M) lalu.
Organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh Shiddiqiyyah (DHIBRA) mengadakan Santunan Nasional ke-19 dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan hari ulang tahun DHIBRA yang ke-23 di Hotel Yusro Jombang. Sebagaimana namanya, selain diadakan di Kabupaten Jombang, santunan serupa juga dilaksanakan serentak seluruh Tanah Air Indonesa bahkan merambat ke beberapa Negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, dan juga Australia.
Santunan Nasional sendiri merupakan agenda rutin yang diadakan oleh DHIBRA atas arahan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa yang berjalan sejak tahun 2004.
Di kutip dari keterangan Mauidhotul Chasanah Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa, pada acara Santunan Nasional ke 19 bahwa lahirnya agenda rutin seperti Santunan Nasional, Rumah Syukur Layak Huni untuk Sumpah Pemuda, Rumah Syukur untuk Mensyukuri Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Rumah Syukur Layak Huni Mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Mensykuri Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, semuanya itu adalah bentuk mengagungkan hari lahir Nabi Muhammad SAW, bentuk syukur peristiwa sumpah pemuda, bentuk syukur nikmat kemerdekaan dan bentuk syukur berdirinya NKRI. Yang mana seluruh peristiwa besar tersebut wajib kita syukuri.
Maka secara nyata, Thoriqoh Shiddiqiyyah tengah membuktikan bahwa kegiatan kemanusiaan akan terlaksana dan tersampaikan dengan baik dan tepat sasaran jika didasari pada cinta tanah air dan gotong royong bersatu untuk kejayaan Indonesia Raya, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu saja.

Mengagumkannya, menurut data sementara dari DHIBRA, tahun ini warga Thoriqoh Shiddiqiyyah telah menyampaikan santunan sejumlah 12.340 paket senilai RP. 2.295.119.500 dan masih akan terus bertambah, seperti yang di sampaikan Ibu Nyai Shofwatul Ummah selaku ketua Organisasi Dhibra ”Total santunan untuk sekarang masih berkembang terus, sudah 2M lebih tadi posisi jam 11.00 serentak secara Nasional”, terang beliau.

Ibu Nyai Shofwatu Ummah juga menambahkan bahwa tidak hanya memberikan santunan berupa uang tunai tetapi juga memberikan santunan berupa sembako. Selain itu untuk menggembirakan para tamu undangan (kaum dhuafa dan anak yatim piatu-red), panitia juga menyiapkan gunungan sayuran dan buah-buahan, yang nantinya dipenghujung acara para tamu undangan bebas memilih dan membawa pulang satu kantung penuh sayur dan buah yang sudah disiapkan.
Bapak Joko Herwanto, selaku ketua Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID) dalam sambutannya mewakili Oraganisasi-Oraganisasi di lingkungan Thoriqoh Shidiqqiyyah memberikan selamat atas terselenggarakannya ibadah kemanusiaan tersebut, "Pada kesempatan kali ini, kami atas nama Organisasi-Organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah mengucapkan selamat atas tasyakkuran ulang tahun Dhibra yang ke-23 dan Santunan Nasional yang ke-19 semoga DHIBRA Shiddiqiyyah selalu berkembang, manfaat dan mendapatkan ridho dari Alloh”, pungkas Bapak Joko. (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan