Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Ahmad Nurwakhid Tidak Terima Shiddiqiyyah Dikatakan Radikal

20 Oktober 2022 20:00

Ahmad Nurwakhid Tidak Terima Shiddiqiyyah Dikatakan Radikal

Kamis (20/10/2022) sore ini, Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah kedatangan Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dalam kunjungan yang bersifat pribadi ini, Ahmad Nurwakhid menyatakan tidak terima atas beredarnya informasi ajaran radikalisme di Pesantren Shiddiqiyyah yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan, khususnya setelah Ahmad Nurwakhid mendengarkan podcast Akbar Faizal Uncensored yang mengundang Kushartono selaku jubir pesantren Shiddiqiyyah dan I Gede Pasek Suardika selaku PH kasus Mas Bechi.

 

"Kunjungan saya kemari untuk sowan Pak Kyai, untuk klarifikasi saya gak terima kalau pesantren Thoriqoh diradikalkan, yang meradikalkan itulah yang radikal" tegas pak Nur Wakhid dihadapan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Bapak Kyai Moch. Muchtar Mu'thi. 

 

"Saya yang tanggung jawab, siapapun yang nganggap Pesantren ini radikal sejatinya merekalah yang radikal. Otoritas undang-undang yang berhak menentukan radikal atau tidak itu kan dari kami. Sehingga kalau orang lain itu tidak punya hak", pungkas pak Nurwakhid.

 

Pada pertemuan tersebut, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Bpk. Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi juga berpesan kepada Nurwakhid mengenai keyakinan beliau bahwa Indonesia akan menjadi imam perdamaian dunia. Dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, kata 'dunia' disebut dua kali:

1. Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan 

2. Ikut melaksankan ketertiban dunia

Maka apabila Indonesia menjadi imam perdamaian dunia, harus diawali dengan bersihnya Indonesia dari sifat sifat penjajahan. Itulah beberapa diantara pesan yang disampaikan oleh Al Mukarrom Bapak Kyai Moch. Muchtar Mu’thi.

 

Kunjungan tersebut diakhiri dengan jalan santai mengelilingi area pesantren oleh pak Nurwakhid ditemani Ibu Nyai Shofwatul Ummah dan beberapa pengurus organisasi, untuk meninjau beberapa monumen-monumen nasionalis kebangsaan yang ada di Pesantren Shiddiqiyyah. (OPSHID Media)

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Sa’adatush S.