Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Fakta Merdeka, Syukur Cintanya Jiwa yang Merdeka

27 Agustus 2024 12:46

Fakta Merdeka, Syukur Cintanya Jiwa yang Merdeka

JOMBANG – Dalam mensyukuri kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI ke 79, tidak hanya mengadakan upacara, sujud syukur, dan ceremony peresmian Rumah Syukur. Pada tanggal 24-26 Agustus, murid-murid Shiddiqiyyah mengadakan acara yang aktif dan kreatif, yakni "Fakta Merdeka" bertajuk: Ngeruwat Indonesia (Merawat Indonesia -Red).

Fakta Merdeka diselenggarakan di Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Losari-Ploso-Jombang. Dihadiri oleh warga Shiddiqiyyah setempat dan tamu undangan antar sekolah. Terpantau acara berlangsung dengan penuh semangat untuk berkarya, berkompetisi, mempelajari sejarah, juga kebersamaannya.

Acara berlangsung selama 3 hari mulai Sabtu (24/08/24M) sampai Isnen (26/,08/24M) yang di awali dengan Jalan Sehat, dan dilanjutkan dengan berbagai lomba antar sekolah se-derajat (area Jombang Utara), dan penampilan kreativitas siswa-siswi THGB serta alumnusnya.

photo_2024-08-27_12-35-09.webp (143 KB)

Tidak hanya itu, selama 3 hari acara tersebut berlangsung, terdapat layanan pengobatan gratis terapi Sehat Tentrem, juga Workshop membatik. Dan di hari terakhir, ada seminar kebangsaan mengusung tema "Sang Proklamator Lahir di Ploso", yang mana narasumbernya merupakan Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri, R.M Kushartono, dan anggota tim ahli cagar budaya Kab. Jombang, Arif Yulianto S.P.

Menurut Kushartono selaku Narasumber Seminar Kebangsaan, pelurusan sejarah ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda Indonesia.

"Generasi muda harus belajar sejarah. Bung Karno pernah mengatakan JASMERAH, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dan sejarah itu seperti kaca benggala, kita bisa melihat hari ini dan kedepannya, kalau kita memahami sejarah," terang Kushartono.

Achmad Hamdan Kamal perwakilan dari SMA Negeri Plandaan menyampaikan dengan semangat hal yang menurutnya perlu dilakukan.

"Untuk saya pribadi, segera melakukan kebaikan, contohnya kayak membuat film, bikin novel atau buku yang mungkin bisa menarik perhatian masyarakat di sini, jadi kita diberi suguhan buat mengetahui bahwa proklamator itu lahirnya di Ploso," ucapnya.

Adapula Perwakilan Dinas Sosial Jombang, Subagyo yang mengapresiasi atas penemuan sejarah ini, "Bukti-bukti autentik menyatakan Pak Karno memang lahir di sini seperti yang dipaparkan tadi, dan itu bagus untuk kita generasi muda untuk bangga Pak Karno lahir di sini. Sehingga bisa meneladani perjuangan beliau, tokoh besar yang lahir di Rejoagung, dan itu merupakan tokoh dunia, dunia mengakuinya,"ungkapnya.

photo_2024-08-27_12-35-05.webp (194 KB)

Adapun panitia acara dari siswa-siswi alumnus THGB yakni Al Isti'daadu Lil Maqooshidil Qur-aan (IMQ), dan Madrasah Linailil Maqooshidul Qur-aanil Mubiin (MQ).

Di samping itu, dalam segi pendanaan acara, sebagai sponsor utama adalah PT. Sehat Tentrem, dibantu dengan sponsor lainnya. Yang mana, keseluruhan acara Fakta Merdeka ini mengeluarkan anggaran dana lebih dari 124 juta rupiah.

Selaku Ketua Panitia Fakta Merdeka, Khafid Dwi Chandra menjelaskan latar belakang adanya acara tersebut, bagaimana acara berlangsung, serta pesan dan harapannya.

"Kegiatan Fakta Merdeka ini sebagai wujud syukur kami sebagai bangsa Indonesia yang bebas dari sifat penjajahan, terhadap kemerdekaan Bangsa Indonesia. Fakta merdeka juga wujud cinta tanah air kami dengan cara berkarya, bermusik, berdagang, dan sebagainya. Alchamdulillah berjalan lancar, ramai, meriah, dan alchamdulillah aman," jelasnya.

"Tetap semangat, tetap berusaha untuk mengamalkan cinta tanah air, semoga acara fakta merdeka untuk tahun-tahun berikutnya semakin meriah, semakin megah," harap Chandra. (OPSHID Media)

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Nuraida