ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Adakan Ziaroh Makam, Wujud Syukur Kepada Sesama Manusia
21 Maret 2023 08:58

JOMBANG - Senin (20/03/23) lalu, warga Thoriqoh Shiddiqiyyah melaksanakan ziaroh makam leluhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bpk. Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa. Kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan bagi warga Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia di bulan Sya'ban menjelang Syahru Romadlon.
Ziaroh Makam leluhur Sang Mursyid yang telah menjadi tradisi ini diikuti sekitar kurang lebih 800 orang terdiri dari para kholifatush Shiddiqiyyah, Wali Talqin Shiddiqiyyah, warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, serta masyarakat umum. Adapun para Kholifatush Shiddiqiyyah yang hadir, antara lain Bpk. Adib Aziz, Bpk. Ali Saifulloh, Bpk. Ahmad, dan Bpk. Afif. Kemudian dari Wali Talqin Shiddiqiyyah yang hadir, diantaranya ada Bpk. Fajar Rianto, Bpk. Adzimin Fauzan, dan Bpk. Subandi.

Ada empat lokasi yang menjadi tujuan ziaroh makam leluhur Sang Mursyid, yakni makam Mbah Kyai Achmad Syuhada', Mbah Kyai Achmad Sanusi Tamriz Abdul Ghofar, Mbah Kyai Achmad Zamrozi, dan Mbah Kyai Achmad Falal.
Adapun rute dari ziaroh tersebut dimulai dari makam Mbah Kyai Achmad Syuhada' yang bertempat di area Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah dekat asrama putri Murobathotul Banat, kemudian berlanjut ke makam Mbah Kyai Achmad Sanusi Tamriz Abdul Ghofar yang bertempat di desa Kauman Jaziman - Kabuh, kemudian menuju makam Mbah Kyai Achmad Zamrozi berada di Jatirowo, pinggir sungai Berantas dan yang terakhir menuju makam Mbah Kyai Achmad Falal yang bertempat di desa Kedung, kec. Megaluh, kab. Jombang.
Menurut keterangan Bpk. Sutrisno selaku ketua DPC ORSHID Ploso dan sebagai panitia pelaksana, ketika ditanya mengenai tujuan dilaksananya kegiatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa, "Sang Maha Guru Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah memberikan contoh bagaimana cara menghargai, menghormati, dan mensyukuri leluhur kita para syuhada' Shiddiqiyyah, dan juga beliau-beliau ini para syuhada' perang pergerakan kemerdekaan", Ujarnya
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah mendidik warga Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk bersyukur kepada sesama manusia, baik manusia terdahulu, manusia sekarang, maupun manusia yang akan datang. Dan Ziaroh maqom ini adalah salah satu contoh wujud syukur atau berterima kasih kepada manusia terdahulu atas perjuangan-perjuangan beliau terdahulu.
Adapun panitia pelaksana ziaroh makam leluhur Sang Mursyid terdiri dari 4 Organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah yakni dari ORSHID, JKP, YPS, serta OPSHID.
"Alhamdullilahirobbil'alamiin organisasi Tasawwuf pertama di Indonesia yaitu organisasi Wali Songo, itu organisasi Tasawwuf pertama di Indonesia, jadi songo itu Organisasi Tasawuf pertama. Oleh karena banyak orang melupakan bulan sya'ban maka organisasi Wali Songo membuat tradisi, membuat adat supaya orang-orang Islam itu tidak lupa kepada bulan Sya'ban, maka bulan sya'ban diantaranya di namakan bulan ruah (bulan arwah-read), jadi ruah itu sama dengan bulanya roh-roh dicabut oleh malaikat. Makanya di ingatkan oleh Wali Songo, di bulan Sya'ban menjelang Romadlon tradisi Wali Songo berhasil banyak orang ziaroh ke makam leluhurnya, jadi yang ziaroh itu bisa ingat akan mati", Dawuh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bpk. Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi dalam Pengajian Nisfu Sya'ban. (OPSHID MEDIA)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon