ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sowan Kyai Muchtar, Cabup Jombang Ini Dipesani Tentang Menjadi Pelayan Rakyat
· 1 menit baca
Jombang - Calon Bupati Jombang nomor urut 02, Warsubi atau akrab disapa Abah Warsubi berkunjungan ke Pesantren Majma’al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah di Ploso, Jombang, pada Selasa (07/05/24) lalu.
Kedatangan Warsubi ke Pesantren Shiddiqiyyah bermaksud untuk Shillaturrochmi dan minta do'a restu kepada Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi, “Nyuwun pangestu lan barokah do’a dari Bapak Kyai", ujarnya.
Pada pertemuan yang berlangsung di pagi hari tersebut, Warsubi didampingi Joko Herwanto selaku Ketua Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID). Pada kesempatan itu, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah memberikan pesan kepada Warsubi mengenai pentingnya niat dalam tindakan yang hendak dicapai.
“Nggeh, niat ibadah mawon, ibadah melayani rakyat. Lek gak diniati ibadah, rugi (Ya... diniati ibadah saja, ibadah melayani rakyat. Kalau tidak diniati ibadah, rugi -Red)", pesan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Pesan singkat namun mengandung makna yang mendalam. Dalam ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syeikh Mukhtar senantiasa menyampaikan pentingnya niat dalam tindakan yang dilakukan. Hal ini kerap kali beliau sampaikan pada acara atau pengajian tertentu bersama Jama'ah Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia.
Dalam ajaran Shiddiqiyyah, niat memiliki 3 fungsi:
- Niat membedakan antara ibadah dengan adat istiadat.
- Niat membedakan tingkatan ibadah.
- Niat menentukan nilai amal.
Maka, niat sebagai pondasi awal memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan, seperti pesan yang disampaikan oleh Syeikh Mukhtar kepada Warsubi agar menata niat jika hendak mencapai tujuan sebagai pemimpin; dengan niat ibadah untuk melayani rakyat.
Dalam pertemuan singkat tersebut ditutup dengan do'a yang dipimpin langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. (OPSHID Media).
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari