ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Unik! Shiddiqiyyah Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tak Hanya Pada Bulan Agustus
22 Maret 2024 12:00

JOMBANG - Di Indonesia, mensyukuri nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia setiap tanggal 17 Agustus merupakan hal yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Uniknya, Pesantren Shiddiqiyyah dalam setahun adakan 2 kali Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI yakni pada tanggal 17 dan 18 Agustus (menurut penanggalan Masehi), dan pada tanggal 09 dan 10 bulan Romadlon (menurut penanggalan Hijriyyah). Kegiatan ini diprakarsai langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai. Moch Mukhtar Mu'thi.
Shiddiqiyyah merupakan satu-satunya di Indonesia yang mentasyakkuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI berdasarkan penanggalan Hijriyyah.
Tasyakkuran ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya bagi Pesantren Shiddiqiyyah, adapun Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI ke 81 tahun ini ada beberapa rangkaian acaranya yakni sebagai berikut:
- Do'a sujud syukur hari pertama, yang dilaksanakan di Masjid Baitus Shiddiqin, Pesantren Shiddiqiyyah
- Do'a sujud syukur hari kedua dan Ceremony, dilaksanakan di teras Ndalem kediaman Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi
- Santunan dan Buka Bersama dengan kaum dhuafa' serta anak-anak yatim, yang dilaksanakan di Hotel Yusro Jombang.
Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 09-10 bulan Romadlon 1445 H / 19-21 Maret 2024 M lalu.
Menurut keterangan Kholifah Shiddiqiyyah Bapak Tasrichul Adib pada acara Do'a sujud syukur hari kedua, beliau menyampaikan mengenai mengapa Shiddiqiyyah mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI berdasarkan penanggalan Hijriyyah.
"Tanggal 09 bulan Romadlon Indonesia diberi nikmat yang sangat besar yaitu berupa Kemerdekaan Bangsa Indonesia, kemudian pada tanggal 10 bulan Romadlon Indonesia diberi nikmat besar yakni nikmat Berdirinya NKRI. Untuk itu kita sebagai Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah berkewajiban mensyukuri 2 nikmat yang paling besar bagi Bangsa Indonesia setelah mengalami penjajahan selama ratusan tahun", tutur beliau.
Pada kesempatan yang lain, Bapak Joko Herwanto selaku Ketua Umum DPP ORSHID dalam sambutannya di acara ceremony menyampaikan bahwa Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah selalu mengajarkan untuk mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI, karena hal itu merupakan 2 nikmat terbesar bagi Bangsa Indonesia.
"Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah selalu mengajarjan kepada kita sekalian untuk bersyukur salah satunya dengan cara, memanjatkan do'a, dan dengan berbagai program-program yang merupakan fakta bicara sebagai wujud rasa syukur kita sebagai Bangsa Indonesia" tambah beliau.
Adapun rangkaian acara yang terakhir adalah Santunan dan Buka bersama dengan kaum dhuafa' serta anak-anak yatim.
Dalam kesempatan itu Ibu Nyai Sofwatul Ummah selaku ketua Organisasi Dhilal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) dalam sambutannya menyampaikan harapannya, "harapannya dengan kegiatan ini agar Bangsa dan Negara Indonesia mendapat Ridho Alloh, aman, dan lestari. Kemerdekaan Bangsa harus di syukuri dengan kegiatan yang positif, seperti do'a sujud syukur dan menyantuni mereka yang membutuhkan".
"Kegiatan ini kami adakan selama 2 hari berturut-turut, dan hari ini kita salurkan santunan 300 paket dengan nilai 400.000 per paket". Tambah beliau.
Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan beberapa penampilan, dooprize untuk anak-anak yatim, juga hidangan berbagai macam makanan untuk berbuka bersama.Senyum sumringah pun nampak terpancar dari para tamu undangan Buka Bersama. (OPSHID Media)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon