Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Resmikan 140 Rumah Gratis, Wujud Syukur Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah

22 Agustus 2025 19:00

Resmikan 140 Rumah Gratis, Wujud Syukur Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah

Kamis (21/8/2025), telah terlaksana acara seremoni Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ke – 80, yang masih dalam satu rangkaian dengan Upacara Bendera dan Do’a Sujud Syukur. Acara ini bertempat di Yusro Hotel, Keplaksari, Kec. Peterongan, Kab. Jombang.

Dalam acara tersebut telah diresmikan 140 unit Rumah Syukur yang diberikan gratis sebagai bukti rasa syukur atas nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia serta berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesi.

Tak hanya membangunkan 140 unit rumah saja. Pesantren Shiddiqiyyah juga mengadakan santunan untuk 200 kaum dhuafa' (fakir miskin dan anak yatim) serta pemberian tali asih kepada 30 veteran pejuang tanah air.

Acara kali ini dihadiri langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi bersama keluarga dan perwakilan dari organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqyyah. Begitupun dengan tamu undangan dari pengasuh pondok pesantren wilayah Jombang dan Bupati Jombang H. Warsubi, SH, M.Si serta beberapa perwakilan dari instansi pemerintah di Kab. Jombang.

Pada sambutan perwakilan Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID) Edi Setiawan menyampaikan mengenai keistimewaan kota Jombang. Menurut Edi Setiawan, Jombang memiliki keistimewaan tersendiri dalam melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa.

Bila menoleh jauh ke belakang, setelah masa Mataram Kuno, barulah muncul berbagai catatan sejarah penting yang juga terkait dengan Jombang. Dan ternyata, hingga kini Jombang tetap melahirkan tokoh-tokoh nasional yang berpengaruh.

“Bahkan, dalam penemuan baru-baru ini disebutkan bahwa Ir. Soekarno, yang selama ini dikenal lahir di Surabaya, ternyata ada data kuat yang menunjukkan beliau lahir di Rejoagung, Ploso, Kabupaten Jombang”, jelas Edi.

Dilanjutkan dengan sambutan Bupati Jombang, H. Warsubi, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut.

“Saya mewakili pemerintah Jombang dan saya pribadi menyampaikan rasa syukur bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini semoga Indonesia senantiasa diridhoi Alloh SWT dan menjadi bangsa yang berbahagia, bangsa yang sentosa”, terang Warsubi.

“Saya telah menyaksikan kontribusi yang telah diberikan oleh organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah baik berupa santunan, rumah syukur kemerdekaan Bangsa Indonesia, dapat menjadi kegiatan yang memberi manfaat luar biasa bagi masyarakat” tambah beliau.

Di tengah acara, dilaksanakan peresmian dan penyerahan piagam Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) oleh Syekh Mukhtar dan Ibu Nyai Shofwatul Ummah kepada seluruh penerima rumah syukur melalui KORWIL (Koordinator Wilayah) dari masing-masing daerahnya.

IMG_4952.jpeg (713 KB)

Penyerahan 140 unit rumah syukur ini, sekali lagi menjadi bukti nyata rasa cinta jama’ah Thoriqoh Shiddiqiyyah kepada tanah air Indonesia, cinta kepada bangsa dan negara.

Dalam sambutannya, Ibu Nyai Shofwatul Ummah menerangkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 18 Agustus 1945 merupakan nikmat yang besar, nikmat yang agung untuk sebuah negara, yaitu untuk sebuah bangsa Indoensia dan apabila kita melupakannya maka kita akan menjadi bangsa yang tidak bersyukur.

“Bahaya apabila kita melupakan itu kita akan menjadi bangsa yang tidak bersyukur”, tugas beliau.

Salah satu perwakilan penerima Rumah Syukur dari Blitar, Ibu Marwah, juga turut menyampaikan rasa terima kasih. “Di sini saya mewakili penerima santunan nasional Rumah Syukur Shiddiqiyyah menyampaikan terima kasih kepada Shiddiqiyyah atas bantuan yang telah diberikan kepada kami yaitu berupa rumah, semoga bantuan rumah tersebut bermanfaat dan barokah kepada kami sekeluarga dan semoga warga Shiddiqiyyah yang membangun mendapatkan barokah dari Alloh” ungkap ibu Marwah.

IMG_4951.jpeg (390 KB)

Puncaknya, Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi menerangkan bahwasanya pembangunan Rumah Syukur ini merupakan gerakan syukur kepada Alloh, syukur kepada sesama manusia, syukur kepada tanah air yang gemah ripah loh jinawi.

“Dan rumah syukur ini persembahan kepada bangsa Indonesia, jangan memandang berlainan agama. Mangkanya agama Hindu, agama Budha, agama Kristen, mana yang layak dan butuh dibangunkan, kita bangunkan. Jadi kita itu gerakan syukur, syukur kepada Alloh, syukur kepada sesama manusia, syukur kepada tanah air yang loh jinawi”, tutur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah (OPSHID Media)

Penulis: Maharani Dika Putri

Editor: Nuraida