ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
13 Juli 2026 03:19
Puncak sambutan disampaikan oleh Ibu Nyai Shofwatul Ummah. Beliau menekankan bahwa barang siapa bersyukur kepada Alloh, niscaya nikmatnya akan ditambah oleh-NYA.
"Terkait rasa syukur, kita diberi nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia oleh Alloh dan berdirinya NKRI pada 18 Agustus. Dua nikmat tersebut, kalau kita selalu bersyukur, nikmatnya akan ditambah. Itu janji Alloh."
Dan menekankan bahwa ibadah ritual saja tidak cukup, maka harus beriringan pula ibadah sosial agar semakin besar kemanfaatannya. Wujud akan rasa syukur kepada Alloh atas nikmat kemerdekaan tersebut dengan kegiatan sosial membangun rumah syukur, yang tahun ini berjumlah 135 unit.
Nilai kepedulian sosial juga turut mewarnai rangkaian kegiatan. Melalui JKPHS se-Indonesia, sebanyak 114 paket santunan disalurkan kepada kaum dhuafa berupa uang tunai senilai Rp250.000.
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam mau'idhotul chasanahnya mengawali dengan menyampaikan firman Alloh SWT dalam Surah Al-Qoshosh ayat 68:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَيَخْتَارُ
"Alloh menciptakan dan memilih segala sesuatu sesuai kehendak-Nya."
Beliau menegaskan, bahwa pilihan Alloh lebih bermanfaat, lebih utama, dan lebih besar daripada pilihan kehendak manusia.
Terpilihnya Kabupaten Grobogan sebagai tuan rumah Shillaturochmi JKPHS tahun ini setelah sebelumnya TTBH 1446 di Bengkulu, menurut Sang Mursyid merupakan kehendak Alloh yang tidak untuk dipertanyakan, melainkan dicari hikmahnya.
Salah satu hikmah yang disampaikan ialah keterkaitan historis antara Bengkulu dan Purwodadi melalui sejarah Sang Proklamator Ir. Soekarno dan Ibu Fatmawati. Sang Mursyid menjelaskan bahwa ayah Soekarno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, berasal dari Wirosari, Grobogan, sedangkan Ibu Fatmawati, putri Bengkulu yang menjahit Sang Merah Putih menjelang persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
"Jadi semua ini sambung antara Bengkulu dengan Purwodadi. Ini hikmahnya."
Beliau juga mengingatkan jasa kedua tokoh bangsa tersebut. "Kemudian Soekarno dianugerahi Pahlawan Proklamator, Ibu Fatmawati, ibu negara pertama, dijuluki pahlawan pergerakan Indonesia. Ini ibu pahlawan sejati, Ibu Fatmawati".
Penyelenggaraan Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah (TTBH) terus bergilir dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui tradisi pengundian yang disaksikan langsung oleh seluruh hadirin. Dalam kesempatan ini, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan terpilih sebagai tuan rumah TTBH 1449 mendatang.
Membawa semangat S3 (Shillaturrochmi, Santun, dan Shodaqoh), warga Shiddiqiyyah yang hadir turut melaksanakan shodaqoh spontanitas sebagai ciri khas Thoriqoh Shiddiqiyyah dan terkumpul shodaqoh senilai 210 juta rupiah.
Dari seluruh rangkaian di atas, tak terlewat beragam pertunjukan seni turut memeriahkan rangkaian acara, mulai dari kesenian Banjari oleh murid-murid Bustan Tsamrotul Qolbin Salim (BTQ), langgam Jawa, hingga tari Gambyong. (OPSHID Media)
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf